Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Siapa yang tak kenal Hutan Manggrove, selain menjaga kestabilan garis pantai, menahan terjadinya abrasi,menahan sedimen dan lain sebagainya, ternyata ada hal yang unik dilakukan oleh masyarakat Desa Mootilango bersama Tim Pendamping Proram Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Duhiadaa.

Upaya Pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui kapasitas desa dalam mengembangkan rencana dan pembangunan desa secara berkualitas kini mulai dirasakan oleh masyarakat yang ada di Kabupaten Pohuwato khususnya yang brada di Desa MootilangonKecamatan Duhiadaa.

Dengan menciptakan 2 program unggulan yakni Lampion yang berbahan dasar Bak Telur dan Pipa Paralon serta makanan cemilan yang berbahan dasar buah dari manggrove, kini Kabupaten Pohuwato telah memiliki oleh-oleh khas untuk bisa dibawah ketika berkunjung di Bumi Panua.

Saat diwawancarai Fakta News, Fikrawati Djafar mengatakan bahwa 2 program yang saat ini adalah buah hasil pemikiran dari seluruh anggota kelompok Pendamping Inovasi Desa (PID), dimana mengingat banyaknya para nelayan yang ada serta belum adanya pengelolaan Hutan Bakau di Desa Mootilango.

“Apa yang kami canangkan saat ini adalah hasil bersama dengan tim PID, dimana lampion yang kami buat itu khusus menjadi lampu hias ataupun menjadi lampu tidur, bagitupun dengan Cemilan Stick Manggrove, kami belajar bahwa hutan bakau sangat diperlukan untuk sendimen dan juga menahan abrasi, sehingganya dengan membuat Stick Manggrove kami secara tidak langsung telah mensosialisasikan betapa perlunya manggrove diwilayah pesisir pantai.”Jelas Fikrawati

Ditambahkannya lagi,  sebagai Pendamping dalam Program Inovasi Desa, dirinya sangat   bersyukur dengan semangat masyarakat dalam mengembangkan kreativitas serta mau untuk bekerjasam dalam meningkatkan ekonomi lokal yang ada di Desa.

“Saya secara pribadi sangat besyukur atas dukungan moril serta kegigihan masyarakat yang mau bersama-sama bekerja untuk meningkatkan ekonomi yang ada di Kecamatan Duhiadaa,  awalnya kami hanya ingin mencoba, akan tetapi setelah kami mencoba hasil nya, ternyata rasanya sangat gurih, Insya Allah Pemerintah Daerah pun turut memberikan suportnya dan menjadikan Stick Manggrove menjadi Oleh-Oleh khas Bumi Panua, begitu juga dengan Lampion yang kami buat dari Bak telur dan pipa paralon, dimana kreativitas para pemuda ini mendapatkan apresiasi dari pemerintah, dan pada intinya Kami yang tergabung dalam Tim Pendamping Inovasi Desa akan tetap fokus untuk mendukung pembangunan Desa agar lebih kreatif, sehingga ekonomi yang ada di Desa, Kecamatan hingga Daerah akan terus berkembang, begitupun dengan SDM-nya.”Tutup Fikrawati  (FN01)

2,743 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini