Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Rahmijati Jahya Tegaskan Pemahaman Keberagaman

Faktanews.com (Nasional) – Gorontalo, Melemahnya pemahaman dan penghayatan keberagaman yang menjadi salah satu faktor pemicu atas terganggunya penegakan Empat Pilar Kebangsaan, oleh Anggota DPD RI Dapil Gorontalo Rahmijati Jahya mengungkapkan bahwa betapa pentingnya untuk dijabarkan ke masyarakat luas agar dapat diwaspadai sehingga langkah – langkah yang dapat memecah belah bangsa sebagai bentuk penjajahan baru.

” Dengan bahasan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika tentu menjadi dasar kita untuk mempertahankan NKRI. Dan tentunya kita selalu ingat tiga abad dijajah oleh bangsa asing, yang berdampak pada berbagai sendi kehidupan, sehingga jangan sampai peristiwa itu terulang kembali,” kata Mantan ketua PGRI Kabupatenn Gorontalo itu.

Rahmijati menyebutkan bahwa salah satu faktor penting juga ada pada lemahnya penghayatan agama, sehingga menyebabkan terjadinya perselisihan di internal agama.
Sosialisasi 4 pilar kebangsaan Anggota DPD RI Rahmijati Jahya, di Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo
” Seringnya saling menyalahkan dan membenarkan serta mengklaim tentu itu semua adalah bentuk-bentuk penjajahan yang berusaha memecah belah bangsa, ini sebagai akibat minimnya pemahaman agama,” tandasnya saat menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Dunggala Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo.
Kegiatan yang yang juga dihadiri tokoh masyarakat, agama dan aparat keamanan itu, membahas hingga ke tataran lokal terkait dengan hal – hal yang dapat mengganggu stabilitas daerah yang notabene masih tersentralisasi dalam berbagai kebijakan. Sehingga hal itu menjadi dasar Pemerintah untuk menhgambil kebijakan dengan membangun daerah yang optimal khususnya diwilayah pedesaan.
“ Ini dilakukan dengan meningkatkan Anggaran Dana Desa atau ADD, sehingga dapat dibangun infrastruktur jalan dan berbagai fasilitas  umum lainnya, Sedangkan terkait pemahaman terhadap Bhineka Tunggal Ika, yang menjadi ciri khas sekaligus jati diri bangsa. Sukisman mengatakan bahwa itu merupakan realitas tentang keberagaman. Dan ini harus disyukuri oleh segenap elemen bangsa sebagai anugerah Allah SWT, sehingga menjadi kewajiban semua pihak untuk menjaganya,” Urai Rahmijati.

Untuk diketahui, sosialisasi yang melibatkan kalangan pelajar, mahasiswa, pemuda, dan tokoh masyarakat itu, diharapkan agar terus menerus dilaksanakan secara berkelanjutan. (fn02)

40 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments