Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Diancam Pembunuhan Via Selullar, YR Lapor Polres Pohuwato

Faktanews.com (Hukum) – Kabupaten Pohuwato, Merasa dirinya tak nyaman dan adanya sebuah dugaan pengancaman yang dilakukan oleh salah satu tokoh yang berada di Kecamatan Buntulia, Yosar Ruiba mendatangi Mapolres Bumi Panua untuk melaporkan persoalan tersebut.

Pada konfrensi Pers usai membuat Laporan Polisi, Yosar Ruiba mengatakan bahwa persoalan tersebut dipicu karena adanya sebuah tindakan yang dinilai mengganggu usaha yang saat ini dilakukan, sehingga berakhir pada sebuah ancaman pembunuhan atas dirinya.

“ Kedatangan saya di Mapolres Pohuwato ini terkait dengan rekaman pengancaman pembunuhan terhadap saya, yang kejadiannya kemarin (Sabtu) sekitar pukul 13.15 Wita, yang memang ini terjadi diluar dugaan sebenarnya, karena yang ingin saya hubungi adalah Haji Cuu, tapi yang mengangkat itu Pak AK alias Aka, karena untuk melindungi hak saya dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, maka saya merekam telfon tersebut, yang rekaman ada disaya dan akan saya serahkan kepada penyidik yang sebentar lagi akan memeriksa saya sebentar, yang dimana isinya berkaitan dengan penghinaan, pencemaran nama baik termasuk pengancaman pembunuhan secara pribadi kepada saya.”Jelas Yosar.

Ditambahkannya lagi, bahwa bahwa dikarenakan sebuah pekerjaan yang memiliki lokasi di Dusun Botudulanga, Desa Hulawa Kecamatan Buntulia, hingga ada sebuah indikasi sebuah pendanaan gelap yang dilakukan oleh pihak pesaingnya hingga dengan adanya penggiringan Warga Negara Asing dari Lokasi pekerjaan.

Pengancaman ini berkaitan dengan pekerjaan yang berada di Tambang Kecamatan Buntulia Desa Hulawa Dusun Botudulanga, yang padahal pada kenyataannya bisa ditelusuri bahwa selama ini saya tidak pernah mengganggu mereka, saya melakukan usaha saya sendiri, saya dimodali oleh teman-teman yang berwarga negara asing, padahal yang modal tersebut, dalam hal ini saya pakai untuk melakukan pekerjaan saya di tambang, nah, kedatangan haji cuu itu adalah orang saya melihat ada gelagat dibayar atau didanai oleh sekelompok pelaku usaha lain untuk mendatangkan pihak imigrasi untuk membekuk atau meringkus teman-teman negara asing dalam hal ini china, yang berada di Kabup[aten Pohuwato, yang sebenarnya mereka punya visa, dan ada anggapan bahwa mereka adalah imigran gelap dan lainnya, akan tetapi soal itu telah saya serahkan ke pihak imigrasi Provinsi Gorontalo untuk melakukan pemeriksaan dan menindak lanjuti hal tersebut sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku.” Ungkap Yosar seraya menambahkan.

Bahwa dengan berbagai macam penghinaan dengan berhujunganya pada sebuah tindakan pengancaman Pembunuhan, dirinya hanya ingin mencari sebuah pembelaan hukum serta ingin menunjukan bahwa tidak ada yang kebal akan Hukum Di Republik Indonesia secara keseluruhan.

“ Tapi soal yang kemudian terjadi, saya menegaskan setelah ini, terkait pemberangkatan teman-teman imigrasi, lalu saya menelfon Haji Cuu untuk menegaskan dan memberitahukan bahwa tolonglah jangan ganggu usaha orang, tapi orang ini ketika saya telfon pertama seolah-olah tidak mendengar suara saya, sehingga dia menyebut halo saya pun menyebut kalimat halo terus, saya fikir ini juga tidak tersambung dengan baik, oleh beliau mungkin merasa lain dan memutuskan sambungan telfonnya, disaat kali kedua saya menelfon tiba-tiba yang angkat sudah Pak AK alias Aka, dan disinilah dia memulainya langsung dengan caci maki lalu menghina saya dalam hal ini hak asasi manusia saya sebagai makhluk dan manusia yang tentu secara fisik saya benar memiliki kekurangan, tapi jangan dihina, penghinaan pertama kali terhadap mata saya, dima katanya akan ditambah satu lagi untuk disingkirkan alias dibutakan kedua-duanya, kedua soal kaitan saya, manakala didapati itu akan dip[atah-patahkan tulang saya, terakhir itu akan disuruh orang untuk membunuh saya, Dan sehari dua hari ini, berdasarkan kemarin pada hari jumat pukul 13.15 Wita, beliau akan memerintahkan orang untuk bagaimana saya agar tertangkap, entah dari mana yang akan menangkap saya, dan ketika penangkapan terjadi, maka orang-orangnya akan disuruh dan perintahkan entah itu dari dalam penjara atau dari luar penjara untuk dibunuh dan dikoyak-koyak nyawa saya,Hal ini saya lakukan untuk sekedar menegaskan bahwa dimana-mana di dalam Republik ini tidak ada yang namanya kebal hukum, untuk mendorong secara bersama dan menegaskan bahwa kita dalah sama dihadapan hukum, jadi jangan main ancam dan main hukum sendiri sesuka-sukanya.” Tegas Yosar. (AJP)

1,432 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments