Faktanews.comKabupaten Pohuwato. Lagi, lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang berada di Desa Hulawa Kecamatan Buntulia menelan korban. Pasalnya peristiwa tertimbunnya warga dusun bitila Desa Bulangita ini diduga akibat terjadinya longsor dari Tinggi tebing sekitar 12 hingga 13 Meter.

Tim Fakta News mendapatkan informasi awal bahwa tragedi meninggalnya salah satu warga masyarakat di Kecamatan Marisa Desa Bulangita atas adanya tumpukan buangan tanah bekas aktifitas pengolahan PETI, sehingga menyembabkan tertimbunya pria kelahiran 29 Maret 2002 tersebut.

Korban yang saat itu sedang melakukan aktifitas tambang di lokasi dengan cara tradisional ini ditemukan sekitar pukul 05.00 Wita tersebut setelah dilakukan pencarian oleh beberapa pekerja tambang lainnya dan langsung di bawa kerumah duka.

Berdasarkan informasi yang berhasil di rampung Tim Fakta News, kejadian atas meninggalnya warga Desa Bulangita Kecamatan Marisa diduga tepat dilokasi PETI wilayah Botudulanga milik HA yang telah dipercayakan kepada SL yang merupakan pria asal Dusun Moduito Desa Teratai sebagai pengawas pada lokasi tersebut.

kepada Awak media, Salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Buntulia yang namanya enggan disebutkan mengatakan bahwa lokasi PETI tersebut adalah milik HA alias Had, Dimana lokasi tersebut berada bersebelah jalur air.

” Lokasi HD, Saat saya kesana saya melihat juga ada Pak Camat tapi sudah Aman-Aman. Lokasinya di Botudulanga pas lokasi sebelah air.” Jelasnya singkat

Ditempat terpisah, Ketika dikonfirmasi kepada Kasat Reskrim Pohuwato, Iptu Arie Agustyanto Yoss mengatakan bahwa lokasi tersebut memanglah milik Syaipul Alia Pulu dan saat ini sudah beberapa saksi telah diperiksa.

“Kalau berdasarkan keterangan sdr. Syaiful, lokasi tersebut punya dia sendiri hanya bersebelahan dengan milik sdr.Hadoya. Sampai saat ini sudah 6 orang yang kita mintai keterangan. Apabila ada perkembangan akan kita sampaikan lagi.” Jelas Iptu Arie.

Penulis : Jhojo Rumampuk

Tinggalkan Komentar

Iklan