Ultimate magazine theme for WordPress.

Menebak Hasil Penjaringan PAW Wabup Kabgor

PPP & Demokrat  Sepakat Usulkan Enam Calon Wabup

Oleh : Jeffry As. Rumampuk

Faktanews (Opini) – Kabupaten Gorontalo, Pemakzulan Fadli Hasan sebagai Wakil Bupati ini seperti diketahui sempat memanaskan suhu politik di Kabupaten Gorontalo, khususnya di Internal Partai pengusung terkait perebutan posisi wakil Bupati yang kosong

Perundang-undangan yang berlaku mengisyaratkan dalam situasi seperti ini bahwa wakil Bupati diisi oleh orang yang diusulkan partai-partai pengusung pasangan Nelson Fadli pada pilkada Kabupaten Gorontalo Tahun 2015 silam. dimana partai pengusung dimaksud adalah PPP dan Partai Demokrat.

Bagi DPRD Kabupaten Gorontalo hal ini bukan sesuatu yang sulit karena sebagai kumpulan politisi, mereka hanya perlu melakukan kalkulasi “politik” saja Jika DPRD dihadapkan untuk memilih, dalam hal ini ketika PPP dan Demokrat mengusulkan lebih dari 2 nama.

Pertemuan antara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrat, minggu malam (21/7) akhirnya menghasilkan beberapa nama yang akan diseleksi kembali untuk kemudian diusulkan menjadi Pengganti Antar Waktu Wakil Bupati (PAW-Wabup) Kabupaten Gorontalo.

Perundang-undangan yang berlaku mengisyaratkan dalam situasi seperti ini bahwa wakil Bupati diisi oleh orang yang diusulkan partai-partai pengusung pasangan, sehingga beberapa nama dari Partai Demokrat  seperti Hamdi mayang, Herman walangadi dan Nani mokodongan pun menemani usulan dari kubu PPP yang mengirimkan juga 3 nama yakni Arifin djakani, Hadijah thayeb dan Ahmad lihu.

Menariknya, dari beberapa nama tersebut  ada yang masih menjalankan tugasnya sebagai birokrat. Seperti Hadijah Thayeb, sosok wanita yang aktif sebagai Sekertaris Daerah Kabupaten Gorontalo ini masuk dalam penjaringan Calon PAW Wabup dari PPP mendampingi Arifin Djakani dan Ahmad Lihu. Sementara dari Demokrat sendiri mengusulkan Nani Mokodongan yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Badan ketahanan pangan Kabupaten  Gorontalo.

Jika kita melihat track record dari para calon yang diusulkan oleh Partai Demokrat,  kemungkinan akan lebih mengerucut pada Nani Mokodongan yang menjadi saingan berat dari Hamdi Mayang dan Herman Walangadi. Selain sebagai Istri dari Gusnar Ismail yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo, Nani Mokodongan mempunyai disiplin Ilmu yang masih sangat dibutuhkan oleh Kabupaten Gorontalo yakni dibidang pertanian dan ketahanan pangan.

Selanjutnya ada nama Hadijah Thayeb pun turut menghiasi daftar birokrat yang akan menjadi pendamping Nelson Pomalingo disisa periodenya, Wanita yang telah menemani, mendampingi terutama membantu Nelson dalam menjalankan Pemerintahan sebagai Sekertaris Daerah ini dinilai cukup layak untuk menjadi PAW Wabup.  Tentu ini menjadi sebuah hal yang sangat ditunggu hasil selanjutnya sebab  ada nama berikut yang akan menjadi saingan Hadijah di PPP, sosok Arifin Djakani yang juga Anggota DPRD Provinsi Gorontalo 2 Periode ini terbilang mumpuni dalam menjalin komunikasi dengan berbagai pihak sehingga kemungkinan Arifin adalah nama yang cocok untuk melengkapi kekurangan Nelson Pomalingo tersebut.

Yang menarik adalah jika mereka (Partai Pengusung) salah memilih. Hal ini disebabkan arena dalam politic real, usulan parpol maupun penunjukan umumnya hanya ceremonial saja sifatnya karena kepentingan politis akan jauh lebih diutamakan dari pada kepentingan rakyat walau itu harus menimbulkan konflik di internal atau rakyat harus dibodohi. DPRD sendiri tidak mungkin memilih tanpa ada komunikasi politik terlebih dahulu dengan PPP dan Demokrat atau cawabupnya, yang pasti hasil pilihan atau rekomendasi tersebut, akan menunjukan orientasinya dalam berpolitik kedepannya. (***)

1,425 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Facebook Comments