Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Benturan Kebijakan, Apakah Kasus Narkoba Kalahkan Aturan PSBB.?

Faktanews.com – (Tajuk), sepertinya, persoalan pandemi Covid-19 ini tak akan tuntas. Belum lama ini, kita dihebohkan dengan video seorang anak di Sulawesi Utara, yang disogok oleh pihak RS untuk mengakui orang tuanya yang sudah meninggal adalah positif covid-19, hal ini menambah ke-tidak percayaan masyarakat terhadap adanya Pandemi Virus Corona yang menakuti publik saat ini.

Sama halnya dengan Provinsi Gorontalo, peraturan pemerintah dengan kebijakannya memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dengan menutup pintu masuk ke Gorontalo, hingga kini masih saja menjadi polemik di masyarakat.

Padahal harapan Pemerintah Provinsi, dengan adanya pemberlakuan PSBB, Jumlah pasien covid-19 di Gorontalo akan berkurang, namun kenyataannya. Dalam 3 Bulan terakhir Gorontalo sudah 3 kali perpanjangan PSSB, dan angka positif di Gorontalo kian bertambah. Lantas, apa yang di harapkan dari pemberlakuan PSSB ini?

Berbagai asumsi lahir dimana Pemerintah Daerah seolah mempertontonkan ketidakmampuan nya dalam menangani pandemik corona ini, dan malah menyalahkan rakyat yang dinilai tidak patuh dengan peraturan. Padahal, tidak sedikit juga ada oknum pemerintah yang seolah tidak patuh dengan kebijakan yang sudah di buat.

Dan bahkan ada yang lebih menarik, beberapa waktu yang lalu, Tim Gugus Tugas wilayah perbatasan Gorontalo dan Sulawesi Utara mengijinkan tiga orang oknum pejabat Boalemo yang melakukan perjalanan dari Jakarta (2 orang Anggota DPRD dan 1 ASN tersebut, diduga ketiga pejabat tersebut usai menjalani Rehabilitasi karena tertangkap mengkonsumsi Narkoba di Jakarta Pusat).

Berdasarkan pernyataan Sekretaris Gugus Tugas Covid-19, ketiga oknum itu bisa diijinkan masuk, karena sudah mengantongi surat penyerahan dari Bapelkesman Manado dan jaminan dari Bupati Boalemo.

Tentu penyataan sekretaris gugus tugas covid-19 menjadi sebuah tanda tanya besar, dimana mereka yang di ijinkan masuk dilihat dari kasus perkasus. Dari kejadian ini, pemerintah dinilai semakin kacau dengan peraturan yang dibuat, sehingga masyarakat kehilangan kepercayaan.

Tidak hanya kehilangan kepercayaan dari masyarakat, tetapi akan menimbulkan pertanyaan bahwa PSBB di Gorontalo apakah hanya pejabat yang bisa melanggar.?

Sedari awal, banyak oknum pemerintah yang otaknya Oportunis, selalu mengambil kesempatan saat situasi covid-19 ini. Tidak hanya pemerintah pusat, melainkan ditingkat daerah pun aji mumpung dengan adanya covid-19.

Sehingga 2 orang oknum Anggota DPRD Boalemo dan 1 ASN yang tertangkap Narkoba di Jakarta itu, akhirnya bisa lolos dari PSSB Gorontalo, dan mereka bertiga dinyatakan sakit.

Semoga kejadian ini dapat diperhatikan kembali oleh Pemerintah Daerah, dan Provinsi Gorontalo dapat terbebas dari Covid-19 yang selalu menghantui. (***) 

 

Penulis : Fadli Thalib

 433 total views

Facebook Comments