Demo Penolakan Kenaikan BBM, 11 Mahasiswa Diduga Dapat Tindakan Represif

oleh -599 Dilihat

Faktanews.comGorontalo. Selasa 06/09/21 aksi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Gorontalo diwarnai dengan kericuhan.

Berdasarkan pantauan media Fakta News, ketika massa aksi yang tergabung dalam Aliansi merah putih (Gorontalo) ingin memasuki SPBU yang berdekatan dengan titik aksi bundaran HI Kota Gorontalo.

Aliansi Merah putih Gorontalo tersebut merupakan Aliansi dari Mahasiswa kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo, Cipayung Plus (Gorontalo) , dan juga Paguyuban Sulawesi Tengah (SULTENG)

melalui Moderator Aksi Zakaria menginstruksikan massa aksi menghadap ke wilayah SPBU kemudian ketika maju 3 langkah kedepan, pihak pengamanan kepolisian dengan massa aksi tersebut saling dorong mendorong.

Alasan massa aksi ingin masuk ke SPBU adalah untuk menduduki SPBU itu sendiri.

Tak lama kemudian ada beberapa kepolisian yang tidak memakai seragam, menarik moderator aksi Zakaria, Ary Saputra Balangale sebagai Jenderal  Lapangan diamankan oleh kepolisian yang tidak menggunakan seragam.

Tak hanya itu, sound system dan juga alat perlengkapan aksi telah dieksekusi oleh pihak kepolisian.

Selang beberapa jam kemudian massa aksi meminta agar teman-teman mereka dikembalikan, kalau tidak massa aksi akan terus menduduki bundaran HI Kota Gorontalo.

Berikut Link Video Amatir Tindakan Prefentif Yang Diduga Dilakukan Oleh Oknum Anggota Polri

https://youtube.com/shorts/ZC34AAuXydk?feature=share

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Ardi Rahananto pun menyetujui permintaan massa aksi tersebut.

Namun sangat disayangkan ketika teman-teman mereka dikembalikan Zakaria, Ary Saputra Balangale pun merasa kelelahan seperti sudah kehilangan nafas.

Zakaria pun sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, RS. Multazam untuk memastikan apakah Zakaria yang merupakan Kabid PTKP HMI Cab. Gorontalo baik-baik saja.

Informasi Fakta News, Mendapatkan bahwa tidak hanya Zakaria yang menjadi korban represif dari pihak kepolisian pada aksi penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak tersebut. Akan tetapi ada juga dari massa aksi yang sempat terluka akibat ricuhnya aksi yang terjadi.

Sementara itu AKBP Ardi Rahananto mengatakan akan bertanggung jawab atas terjadinya kericuhan saat aksi tersebut.

” Saya akan bertanggung jawab kepada mahasiswa yang mengalami luka-luka, tolong di data dan mereka telah di rumah sakit mana, nanti saya akan bertanggung jawab” Ujar AKBP Ardi Rahananto

Senada dengan AKBP Ardi Rahananto, Hidayat Musa yang salah satu Orator menjelaskan kepada Kapolres Ardi Rahananto bahwa Permohonan maaf saja tidak akan membuat luka massa aksi hilang.

Hal itu disampaikan oleh Hidayat ketika massa aksi beraudiensi dengan Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ardi Rahananto.

Hidayat meminta kepada AKBP Ardi Rahananto untuk menindaklanjuti atas apa yang dilakukan oleh pihak-pihak kepolisian sampai terluka 11 orang massa aksi.

“Saya meminta kepada bapak Kapolres Gorontalo Kota untuk mencari tahu siapa-siapa yang telah melakukan tindakan represif kepada massa aksi kami”  tegas Hidayat

” Kalau tidak kami sendiri yang akan mengusut tuntas dengan melakukan demonstrasi di depan Kantor Kepolisian Gorontalo” Tandasnya Hidayat

Penulis : Fai

 178 total views

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.