Resesi Septic Tank, Pohuwato Pecah “Telur”

oleh -238 Dilihat

Faktanews.comTajuk. Tak ada di Jaman Zainudin Hasan, tak ada pula di Jaman SYAH jilid I dan Syah Jilid II. Sebuah kebobolan dan kepastian akan persoalan tindak pidana korupsi hanya ada di Jaman SMS.

Sebuah nyanyian “Nina Bobo” yang selalu diperdengarkan dari Tahun 2005 hingga 2020 dipaksakan harus diganti dengan sebuah nyanyian “Seperti Para Koruptor”. Pasca ditetapkannya 4 Orang sebagai tersangka program pembangunan Septic Tank oleh Kejaksaan Tinggi Gorontalo.

Kasus yang melibatkan 3 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di ruang lingkup Pemerintah Kabupaten Pohuwato ini bagai sebuah preseden buruk atas tidak terlaksananya dengan baik sebuah sistem pengawasan baik dari DPRD Pohuwato hingga Aparat Pemeriksa Internal Pemerintah (APIP).

Nasi sudah menjadi bubur, ketiga Pejabat Daerah Bumi Panua saat ini telah dititipkan di Rutan Lapas Kota, Rutan Lapas Perempuan dan Rutan Polda Gorontalo dengan Surat Perintah Penahanan Nomor: 499,500,501,502/P.5/Fd.1/06/2022 Tanggal 17 Juni 2022 selama 20 hari karena dikhawatirkan akan melarikan diri dan berusaha merusak atau menghilangkan barang bukti. 

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi hingga barang bukti yang didapati, dari 17 Desa yang menerima manfaat, ternyata hanya 2 Desa saja yang sesuai spesifikasi pekerjaan dan 15 Desa lainnya mendapatkan Septic Tank yang diduga dibuat sendiri disalah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Pohuwato.

Sehingga Tim Penyidik Kejati Gorontalo menyampaikan bahwa berdasarkan hasil perhitungan secara teknis oleh ahli diperoleh estimasi kerugian negara yang ditimbulkan dari pelaksanaan pekerjaan ini yaitu berkisar Rp. 7 Milyar yang sebagain besar diakibatkan karena tidak berfungsinya septic tank, ada beberapa unit belum selesai dikerjakan dan adanya potongan anggaran tidak resmi.

Hal tersebut menuai kontroversi hingga lahirlah berbagai asumsi liar dari kalangan Tokoh masyarakat hingga kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Kabupaten Pohuwato.

Dimana ada sebahagian yang bersyukur atas torehan prestasi kepada Kejaksaan Tinggi Gorontalo karena dianggap telah berhasil menyelesaikan persoalan korupsi, ada pula yang bersedih dan bertanya-tanya kenapa kejadian ini terjadi dimasa yang sekarang ini.

Hingga ada salah satu pegawai menyampaikan sebuah kalimat “Jangan Korbankan Anak Buah Untuk Elektabilitasmu”. Intinya, seorang pemimpin yang bertanggung jawab pasti akan berkorban segalanya untuk kenyamanan bawahannya. (Bersambung)

Oleh : Jhojo Rumampuk

 1,829 total views

Tentang Penulis: Admin

Gambar Gravatar
Kalau Bersih, Kenapa Risih !

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.