Pencetakan Kertas Suara Pilkades Pohuwato Diduga Syarat Kolusi

oleh -224 Dilihat

Faktanews.comKabupaten Pohuwato. Jelang perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bumi Panua disorot. Pasalnya, beberapa Panitia Pilkades menduga pada regulasi pencetakan kertas suara dinilai mendapatkan intervensi.

Kepada Fakta News, salah satu Panitia Pilkades yang namanya enggan untuk disebutkan mengatakan bahwa dirinya merasa ada yang janggal pada proyek pengadaan kertas suara.

“ Setau saya, pada pembahasan sebelumnya pihak Dinas PMD bertugas untuk memfasilitasi kegiatan Pilkades. ini malah sebaliknya, PMD sudah menunjuk tempat percetakan tanpa sepengetahuan kami untuk digunakan.” Ungkapnya.

Ditambahkannya lagi, pihak Dinas PMD Kabupaten Pohuwato memberikan pemberitahuan setelah melakukan pembicaraan dengan pihak ketiga.

“ Kami diminta untuk menawar harga secara langsung dengan pihak percetakan, bagaimana kami mau menawar sementara pihak percetakan sudah menargetkan pengadaan kertas suara itu dengan harga Rp. 5000,00 untuk per lembarnya, dan berdasarkan informasi bahwa itu sudah menjadi kesepakatan dengan Dinas PMD.” Tegasnya. 

Dirinya meminta agar APH untuk menelusuri persoalan pengadaan pencetakan kertas suara di 62 Desa yang akan mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Desa serentak.

“ Yang jelas saya merasa ada yang janggal, saya menduga ada pembicaraan-pembicaraan tertentu dibeberapa oknum mengenai pencetakan kertas suara. Sehingga saya berharap pihak APH dapat menelusuri secara seksama atas pengadaan kertas suara tersebut.” Terangnya seraya menambahkan

Bahwa kecurigaannya itu didasari kualitas dan harga per lembar Kerta suara tidaklah masuk dalam logikanya.

“ Sekarang kita bermain hitung-hitungan, Kerta HVS yang digunakan itu sekitar 80 gram, dalam 1 Rim harganya 60 hingga 70 ribu. Jika kita hitung paling rendah disetiap Desa itu 1000 kertas suara, dikali 62 Desa dan dikali lagi 5000/lembar. Maka yang didapatkan itu sekitar 310 juta. Sementara kalau Ditempat Foto Copy 4 lembar HVS 80gram kita bisa dapat dengan harga 1000 rupiah.” Tutupnya

Ditempat terpisah, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Iswan Bouty membantah bahwa didalam regulasi pihak PMD hanya bisa memfasilitasi.

“Untuk percetakan surat suara ini sdh sesuai ketentuan bahwa panitia kabupaten menfasilitasi percetakan surat suara dan ini sdh dilakukan dri pilkades tahun 2016, 2018, 2019 dan 2022, jdi kami panitia kabupaten yg akan menunjuk slah satu percetakan. Hal ini bukan Dinas PMD, tapi kami juga sebagai panitia kabupaten. jdi PMD bukan sebagai fasilitator surat suara tapi panitia kabupaten, jadi tidak benar bahwa kami melakukan penekanan kepada panitia. Yang pasti kami tida ada kesepakatan harga antara percetakan, yg melakukan kesekapatan yakni panitia desa dan pihak percetakan.” Jelas Iswan

Iswan pun menambahkan bahwa semua segala sesuatu yang menyangkut Pilkades adalah sebuah keputusan yang dihasilkan dari rapat dan menjadi keputusan bersama.

“ Namanya menfasilitasi berarti kami yang laksanakan semua yang menyangkut pelaksanaan pemilihan kepala desa dan ini salah satu tugas kami panitia kabupaten. Namanya bleum ada karena msh kami rapatkan dengab semua panitia kabupaten. Kalau dikatakan kolusi dimana ?, Karena ini keputusan kami bersama.” Tutup Iswan.

Penulis : Jhojo Rumampuk

 1,006 total views

Tentang Penulis: Admin

Gambar Gravatar
Kalau Bersih, Kenapa Risih !

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.