Maju Untuk Kesejahteraan Desa, Fitroy Mahmud Tampil Dengan Konsep “MUDA”

oleh -250 Dilihat

Faktanews.comKabupaten Pohuwato. Sebagai wujud asli dari sebuah demokrasi, banyak harapan yang lahir saat kontestasi Pemilihan Kepala Desa dilaksanakan. Contohnya adalah sebuah kewajiban untuk memberikan keseimbangan dalam suprastruktur politik yang ada di desa.

Sebuah pelaksanaan kedaulatan rakyat ini pasti akan seru dikarenakan akan adanya pertarungan ide dan gagasan dari Masing-masing kandidat untuk bagaimana bisa merebut kepercayaan masyarakat yang ada di Desa.

Tampil dengan konsep Maju, Unggul, Dinamis, Amanah (MUDA) dan sebagai perwakilan pemuda, Fitroy Mahmud menyatakan siap untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Desa Padengo Kecamatan Duhiadaa.

Mantan Anggota Karang Taruna Desa pada tahun 2017 – 2019 ini bertekad dan mendeklarasikan diri untuk melakukan sebuah terobosan terobosan jitu untuk meraih kesejahteraan masyarakat serta menghidupkan kembali beberapa komponen pendukung Pemerintahan Desa Padengo.

Pria lulusan  SD Inpres Duhiadaa Tahun 2007/2008 , SMP 1 Duhiadaa Tahun 2010/2011 dan SMK 1 Marisa Tahun 2014/2015 ini menjadikan anak kedua dari pasangan Anton Mahmud dan Erda Doda Moha selalu ingin memberikan sesuatu yang terbaik untuk Desanya ini membuat Fitroy Mahmud menjadi sosok yang murah senyum, santun dan familiar hingga membuat dirinya dipercayakan menjadi Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pada tahun 2020 hingga saat ini.

Fitroy Mahmud (Calon Pemilihan Kepala Desa Padengo)

Disaat Masyarakat membutuhkan Sosok Pemimpin yang mampu memberikan contoh yang baik untuk Desa Padengo, sosok Fitroy Mahmud hadir dengan Kepribadian yang sederhana.

Lahir dengan visi Desa Padengo Maju, Unggul, Dinamis, Amanah (MUDA) ini ternyata menyimpan segudang ide tentang konsep yakni,

  1. Peningkatan SDM Aparat dan Masyarakat Desa
  2. Memberikan Hak Pendidikan, Kesehatan dan Tekhnologi
  3. Mengedepankan Kesetaraan Gender dan Kesejahteraan Perempuan dan Anak
  4. Membangun Pertanian yang Unggul
  5. Membangun sarana prasarana dan pengembangan ekonomi lokal Desa berkelanjutan

Singkatnya, Pria kelahiran Duhiadaa, 12 Februari 1997 ini berkeinginan untuk menghapus segala keraguan tentang pemikiran Masyarakat yang mengatakan bahwa seorang Pemimpin itu identik dengan Penguasa.

“Awalnya saya masih banyak pertimbangan ketika adik saya diminta untuk mengikuti Pilkades nanti. Melihat dukungan dari teman-teman dan masyarakat yang tak kunjung habis menyuarakan adik saya,  maka tawaran itu saya terima dengan niat untuk memperbaiki Desa Padengo kedepan” ungkap Hendrik

Penulis : Jhojo Rumampuk

 762 total views

Tentang Penulis: Admin

Gambar Gravatar
Kalau Bersih, Kenapa Risih !

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.