Dua Tahun Proyek Gardu Portal Parkir Binaya Mangkrak

oleh -71 Dilihat

Fakatanews.com, Maluku Tengah – Sudah dua tahun sejak di bangun tahun 2019, proyek gardu portal parkir kendaraan bermotor pada pasar binaya Masohi hingga tahun 2021 masih terlihat mangkrak. Padahal proyek yang disediakan Dinas Perhubungan Kabupaten Maluku Tengah (Tengah), dengan anggaran kurang lebih 80 Juta, sudah dicairkan 100 persen, namun proyek belum difungsikan untuk kepentingan parkir kendaraan

Dari pantauan Faktanews.com di lokasi proyek, yang terlihat hanya dua buah bangunan gardu, masing-masing berukuran saru meter persegi dengan tinggi dua meter terbuat dari bahan seng aluminium dengan jendela berbahan kaca yang terlihat sudah kotor dan tidak terawat. Selain itu dua pal penyangga portal pada masing-masing gardu yang juga terlihat kotor,  sementara portalnya sejak dibangun sampai saat ini belum terpasang oleh kontraktor penyedia. Bahkan di dalam gardu masi terlihat kosong tidak ada sarana pendukung seperti kursi maupun yang lain.

Informasi yang dihimpun oleh media ini, Proyek Gardu Portal yang dibangun seharusnya sudah difungsikan sebab dananya sudah cair. Rencananya, portal parkir tersebut menggunakan sistem elektrik yang mana pengendara masuk langsung mengambil karcis parkir dan keluar menunjukan karcis parkir yang tujuannya untuk antisipasi kebocoran setoran dana parkiran yang dikelola secara konvensional.

Menurutnya narasumber yang enggan disebut namanya, sejak awal sebelum proyek di anggarkan, sudah ada masukan kepada Kepala Dinas  agar proyek itu ditiadakan dulu karena belum memenuhi syarat dan jika dipaksakan maka tidak bisa difungsikan dan mubazir.

“Karena sarana dan prasaran pendukung parkir belum memadai salah satunya markab parkir belum dibuat, disarankan agar proyek gardu portal ditiadakan.Alhasil ini dipaksakan sehingga hasilnya seperti yang wartawan lihat, meski nilainya tidak seberapa namun kerjanya belum selesai dan tidak difungsikan padahal sudah dua tahun lebih,” ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan Malteng, Egi Picarima saat dikonfirmasi Faktanews.com, mengatakan bahwa belum ada kesiapan pihak manajemen sehingga belum bisa difungsikan.

“Hambatannya karena waktu itu belum ada kesiapan manajemen dari pengelola parkir sehingga gardu portal parkir belum dapat difungsikan. Untuk pintu portal semuanya ada dan sampai sekarang ada di pihak ketiga tinggal kapan difungsikan maka barangnya akan difungsikan,” kata Picarima kepada Fakatanews.com, Selasa, (23/11/21) di ruang kerjanya.

Untuk nilai proyek,  menurutnya tidak mencapai ratusan juta,  yang kita anggarkan proyek gardu portal itu hanya puluhan juta. ” Nanti saya lihat dulu dokumennya,  kalau tidak salah untuk satu portal dianggarkan  23  juta atau 25 juta dan itu murni ditangani pihak ketiga bahkan barangnya didatangkan dari surabaya,” ujarnya.

Sekarang ini lanjut dia,  pihaknya sementara dalam evaluasi parkiran yang ada di Pasar Binaya Masohi dan yang tadinya dikelola secara konvensional oleh pihak ketiga, sekarang ditangani langsung oleh Dinas Perhubungan. Sehingga untuk gardu portal itu, di tahun depan sudah bisa kita fungsikan, sebelumnya akan mengatur parkirnya.

“Untuk sementara, parkiran jalan apa adanya dulu, tahun depan pintu portalnya akan dipasang termasuk aliran listriknya setelah itu baru kita fungsikan gardu portal parkir. Kedepan akan kita sediakan dispenser karcis sehingga tidak ada lagi petugas yang menagih karcis parkir, petugas hanya ada di gardu menunggu pengendara keluar menunjukan karcis dan bayar parkir pada satu pintu masuk dan pintu keluar,” ucapnya. (Fn/Uc)

No More Posts Available.

No more pages to load.