Buka Audit KIPI Tingkat Boalemo, Plt. Anas Sampaikan ini

Faktanews.com, Boalemo – Plt. Bupati Boalemo, Ir.Anas Jusuf, M.Si membuka Audit KIPI ( Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) tingkat Kabupaten Boalemo. Dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, kegiatan kali ini berlangsung di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Kamis (06/05/2021).

Dalam sambutanya, Plt. Anas menyampaikan apresiasinya kepada jajaran dinas kesehatan yang telah menggagas kegiatan Audit KIPI kali ini, mengingat hal ini sangat berkaitan dengan bagaimana program vaksinasi ini berhasil, bukan hanya dari sisi kuantitatif tetapi juga dari sisi kualitatif.

Dikatakan Anas, sejak dirinya mendapatkan amanat sebagai Plt. Bupati Boalemo oleh Mendagri, telah banyak hal yang dirumuskan terutama terkait refocusing Anggaran dan realokasi.

“Untuk refocusing memang sudah wilayah Pemerintah Pusat, tetapi untuk realokasi menyangkut program Pemerintah Daerah, khususnya program Pemerintahan Damai dan program kerja SKPD,” kata Anas.

Kebijakan tersebut, lanjut Anas, sebagai upaya pemerintah untuk menanggulangi kegiatan penanganan covid 19. Sehingganya, apapun yang menjadi kebijakan Pemerintah dalam rangka vaksinasi, tugas dan tanggung jawab bersama adalah menyampaikan edukasi kepada masyarakat.

“Oleh sebab itu, saya berharap kegiatan ini dapat di ikuti dengan baik dan dipahami, agar dapat menghasilkan ide-ide yang terbaik bagi daerah Kabupaten Boalemo,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sutriyani Lumula, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan Audit Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi merupakan rangkaian kegiatan yang berhubungan dengan vaksinasi Covid-19.

“Ini adalah amanah Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia, yang sebelumnya kita juga mendapatkan regulasi dari Peraturan Menteri Keuangan no.17 tentang penanganan covid-19,” jelas Sutri.

Dirinya pula menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan Boalemo memberikan target 80% penduduk yang akan tervaksinasi untuk menghindari penyebaran Covid 19 di wilayah Kabupaten Boalemo setelah pendataan sasaran dari kurang lebih 148.000 jumlah penduduk. (***)

Leave A Reply