Ishak Suko: Pernyataan Kuasa Hukum RA Soal Justice Collaborator Sangat Tidak Mendasar

Faktanews.com, Boalemo – Pernyataan salah satu kuasa hukum Ruis Adam yang menyebut bahwa klienya telah membantu aparat penegak hukum dalam menegakkan keadilan, dengan dijadikannya sebagai Justice Collaboration, mendapat tanggapan dari praktisi hukum Kabupaten Boalemo, Ishak Suko, SH.

Dalam keterangan tertulisnya, Ishak mengungkapkan bahwa pernyataan kuasa hukum RA yang menyebut bahwa peran RA dalam Justice Collaborator tersebut sangat  tidak mendasar.

Baca:

Klienya Bakal Dilaporkan Wahyu Moridu, Begini Tanggapan Kuasa Hukum Ruis Adam

“Karena jelas bahwa seseorang yang memenuhi kriteria sebagai Justice Collaborator telah diuraikan dalam Surat Edaran Mahkamah Agung No. 04 tahun 2011 tentang perlakuan bagi pelapor tindak pidana (whistleblower) dan saksi pelaku yang bekerjasama (justice collaborator) dalam perkara tindak pidana tertentu,” kata Ishak.

Dijelaskan Ishak, bahwa kriteria seseorang yang dijadikan sebagai jastice collaborator telah jelas diuraikan dalam pion 9 (sembilan) Surat Edaran tersebut.

“Jadi, jika kuasa hukum RA menghubungkan pengakuan Terpidana RA dalam persidangan yang menyebutkan beberapa nama, salah satunya Wahyu Moridu, padahal Wahyu bukan pelaku utama atau tidak bersama-sama RA pada saat penangkapan, kemudian langsung menyimpulkan bahwa RA berstatus sebagai justice collaborator, maka itu sangat tidak rasional,” tegas Ishak.

Advokat Peradi ini juga menambahkan jika seseorang bisa dijadikan sebagai Justice Collaborator tergantung apakah dalam peristiwa tindak pidana yang menjadikan terpidana RA tersebut dilakukan bersama-sama dengan nama-nama yang disebutkan dalam persidangan, ataukah terpidana RA ditangkap sendiri oleh APH.

“Jika RA bertindak sendiri dalam perbuatannya, kemudian ditangkap oleh APH, maka nyata dan jelas terpidana RA tidak masuk dalam kriteria justice collaborator,” sambungnya.

Terakhir, Ishak memberikan saran kepada Kuasa Hukum RA agar kiranya memperhatikan terlebih dahulu dasar hukumnya, sebelum memakai pengistilahan tersebut.

“Publik Boalemo paham betul tentang konsep Justice Collaborator. Namun, sebagai warga masyarakat Boalemo, secara pribadi, saya khawatir pernyataan kuasa hukum RA terkait istilah justice colaborator ini justru akan menjadikan bola panas di kalangan masyarakat umum,” tukasnya. (FN/13)

 767 total views

Leave A Reply