Noya: PTK Untuk Perbaiki Mutu Pembelajaran

Faktanews.com, Maluku Tengah Kepala seksi kesiswaan dan PTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) Oktovianus Noya secara tegas mengatakan bahwa, penelitian tindakan kelas (PTK) adalah penelitian tindakan untuk memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya sehingga berfokus pada kelas atau pada proses belajar mengajar yang terjadi di kelas.

“PTK itu untuk memperbaiki mutu pembelajaran di kelas, ada tindakan yang nyata yang diyakini lebih baik dari yang biasa dilakukan. Sementara tujuan PTK memecahkan permasalahan nyata dalam kelas untuk memperbaiki mutu pembelajaran sekaligus mencari jawaban ilmiah mengapa hal tersebut dapat dipecahkan dengan tindakan yang dilakukan dengan sitem PTK. ” Tegas Noya dalam pemaparan materinya dalan kegiatan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Kristen Se_Kabupaten Maluku Tengah oleh Seksi Bimas Kresten Kemenag Provinsi Maluku, Jumat,(30/4/21) yang berlangsung di Lounusa Beach Masohi.

Menurutnya, sebelum proses pembelajaran dimulai, penelitian tindakan kelas harus dilakukan oleh guru, hal ini untuk meningkatkan praktik pembelajarannya. Hal itu juga berfokus pada BBM di kelas dan hal-hal yang terkait dengan upaya meningkatkan proses dan hasil belajar.

“Ciri-ciri dari PTK adalah kolaborasi peneliti dan praktisi, fokus pada pemecahan masalah dan praktik upaya meningkatkan mutu profesional kegiatan pengembangan profesi guru,” ucapnya.

Ciri-ciri penelitian tindakan kelas meliputi 10 hal yakni, merupakan kegiatan nyata untuk meningkatkan mutu PBM, merupakan tindakan oleh guru kepada siswa, tindakan harus berbeda dari kegiatan biasanya tempat terjadi dalam siklus berkesinambungan minimum 2 siklus. Selain itu ada pedoman yang jelas secara tertulis bagi siswa untuk dapat mengikuti Tahap demi tahap,  ada unjuk kelas siswa sesuai pedoman tertulis dari guru.

Termasuk ada penelusuran terhadap proses dengan pedoman pengamatan, ada evaluasi terhadap hasil dengan instrumen yang relevan, keberhasilan tindakan dilakukan dalam bentuk refleksi melibatkan siswa yang dikenai tindakan, termasuk hasil refleksi harus terlihat dalam perencanaan siklus berikutnya.

“Berapa siklus yang di butuhkan, ini tergantung kepuasaan peneliti namun disarankan tidak kurang dari dua siklus PTK umumnya 3-5 siklus,” terangnya.
Lebih lanjut kata Noya, kesalahan umum PTK, hanya berupa pembelajaran biasa yakni guru merasa sudah melakukan peningkatan padahal sebetulnya baru merupakan hal yang biasa yang harusnya telah dilakukan guru.

“Tetapi selama ini guru belum melakukannya contoh menggunakan lembar kerja, menggunakan alat pembelajaran, mengevaluasi aspek efektif. Dan menganalisis portofolio serta menganalisis hasil ulangan,” ujarnya.

Mengapa PTK itu sangat dibutuhkan,  karena peranan penelitian dalam upaya perbaikan pendidikan untuk pengembangan ilmu dalam perbaikan pembelajaran. Selain itu guru bukan objek pembaharuan tetapi turut bertanggung jawab dalam mengembangkan keterampilan pembelajaran. Dan penelitian pendidikan umumnya dilakukan peneliti sehingga permasalahan kurang dihayati oleh guru. Termasuk publikasi hasil penelitian kepada praktisi memakan waktu yang sangat panjang.

“Guru yang profesional harus memiliki kemampuan merencanakan proses belajar mengajar, melaksanakan dan memimpin KBM, menilai kemajuan KBM dan menafsirkan serta memanfaatkan hasil penelitian kemajuan KBM. Selian itu guru profesional selalu melakukan terhadap praktek pembelajaran yang telah dilakukan kompetensi pengembangan profesi.” ingatnya.(FN/Uc)

Leave A Reply