Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Polda Gorontalo Diminta Ambil Alih Persoalan Tambang Pohuwato

Paris Djafar : Limonu Hippy telah loss kapasity

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato. Buntut dari aksi unjuk rasa ratusan massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang Pohuwato (Amarah) Senin 21 Desember 2020, disorot miring oleh Aktivis Pemuda Provinsi Gorontalo Paris Jafar.

Paris mengatakan bahwa tuntutan para pendemo sudah tidak sesuai dengan substansi persoalan terkait pertambangan rakyat. Menurutnya, sangat jelas aksi tersebut sangat tendensius hanya ingin mendiskreditkan institusi Polri dan Pemerintah Daerah yang bertujuan menertibkan penggunaan alat berat di lokasi tambang ilegal Kabupaten Pohuwato.

“Sangat jelas materi orasinya hanya ingin menjatuhkan wibawa Polri dimata publik dengan melontarkan tuduhan dan tudingan serius dengan mengatakan Kapolres telah menerima hasil dari pertambangan ilegal. Yang kemudian ingin memaksakan kehendak agar penggunaan alat berat dilegalkan”. Jelas Paris seraya menambahkan

“Bahwa sudah sangat terang benderang tujuan aksi tersebut yang dinakhodai oleh Limoni Hippy cs itu hanya ingin mencari dalil pembenaran sepihak demi melegalkan penggunaan alat berat. “tegas Paris.

Menurutnya, Limonu Hippy telah loss kapasity, tidak lagi memposisikan dirinya sebagai perwujudan APRI sebagai wadah organ profesi yang semestinya menjadi penyejuk, mediator serta fasilitator antara kepentingan penambang rakyat dengan pihak-pihak terkait.

“Sangat keliatan materi aksinya hanya didominasi dengan hujatan-hujatan. Yang sudah menjurus ke pembenuhan karakter Kapolres dan menjatuhkan kredibilitas institusi Polri”

Kemudian Paris Jafar menegaskan agar Kapolda Gorontalo jangan hanya diam atas peristiwa dan segera melakukan langkah-langkah serius, sebagai berikut:

  1. Mengambil alih seluruh permasalahan tambang ilegal khususnya penertiban penggunaan alat berat yang ada di Kabupaten Pohuwato. Sebab permasalahan penertiban alat berat ditambang rakyat pohuwato sudah tidak bisa dilakukan oleh aparat Polres setempat.
  2. Dibawah pengawasan langsung Kapolda Gorontalo membentuk Tim Khusus menelusuri adanya dugaan aliran uang dan emas ke Oknum Aparat Penegak Hukum dengan segera memanggil dan memeriksa Koordinator Aksi Limonu Hippy
  3. Kiranya segera memberikan kepastian hukum atas peristiwa penggerudukan/penyerangan Polsek Popayato dan persekusi Kapolsek Popayato Barat. (Rls/FN12)

 1,799 total views

Facebook Comments