Miris, Aksi Untuk Perjuangkan Nasib Guru Kontrak di Kabupaten Boalemo Dihadang Perusuh

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Boalemo, Aksi Aliansi Masyarakat Peduli Daerah (AMPD) yang mendapatkan penghadangan oleh kelompok masyarakat pro pemerintahan, dikecam oleh Pemuda Boalemo, Nanang Syawal.

Menurutnya, salah satu tuntutan masa aksi Aliansi Masyarakat Peduli Daerah (AMPD) adalah meminta Pemda Boalemo dalam hal ini Dikpora Boalemo, untuk membayarkan secara penuh gaji dari guru tenaga kontrak.

“Apakah para penghadang aksi AMPD tadi siang tidak memiliki keluarga guru tenaga kontrak? Apakah para penghadang (selanjutnya saya sebut perusuh) mengetahui bahwa gaji guru kontrak tidak sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh Bupati nonaktif pada saat apel di pendopo?,” tanya Nanang geram.

Dijelaskan Nanang, bahwa banyak guru yang mengeluhkan mengenai pembayaran gaji mereka yang setiap bulannya masuk ke rekeningnya adalah Rp.650.000,00. karena kebijakan pemotongan 50% dari Pemda Boalemo.

Namun, bak sudah terjatuh tertimpa tangga pula, para guru kontrak hanya menerima gaji sebesar Rp. 650.000,00. khusus bulan Oktober-November atau Rp. 325.000,00. perbulan.

“Gaji yang setiap bulannya masuk ke rekeningnya adalah Rp.650.000,00. Dan untuk bulan Oktober-November ini, yang harusnya masuk rekening ialah Rp. 1.300.000,00. Akan tetapi pemda telah mengeluarkan kebijakan pemotongan 50% gaji khusus bulan Oktober-November, sehingga yang harusnya masuk rekening sebanyak Rp. 650.000,00,” jelasnya.

Olehnya, Nanang mengecam tindakan dari para perusuh yang tekah menghalangi aksi AMPD pada Selasa (08/12) siang tadi.

“Kenapa kalian tega menghadang kami untuk menuntut hal seperti ini? Telah hilang kah nurani kalian?,” pungkasnya. (FN/MS)

 1,120 total views

Leave A Reply