Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Dinilai Merugikan Rakyat, Ribuan Mahasiswa Palu Desak DPRD Sulteng Tolak UU Omnibus Law (Cipta Kerja)

Faktanews.com – Sulawesi Tengah, Ribuan mahasiswa Palu, Sulawesi Tengah kembali mendatangi kantor DPRD Provinsi Sulteng, menolak pengesahan UU Omnibus Law (Cipta Kerja) yang di nilai tidak berpihak kepada rakyat.

Dari ribuan masa aksi tersebut, 15 perwakilan dari mahasiswa Se-Kota Palu (MAHKOTA) diundang untuk membahas isi dari tuntutan masa aksi menolak UU Omnibus Law (Cipta Kerja), Senin, (12/10/2020).

Firli salah satu perwakilan mahasiswa, mengatakan bahwa berdasarkan kesepakatan masa aksi mendesak DPRD Sulteng, menandatangani berita acara untuk mengawal dan meneruskan aspirasi mereka untuk diberikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

“Kami menuntut untuk dibuatkan dalam satu surat keputusan bahwa DPRD Sulteng menolak UU Omnibus Law (Cipta Kerja) dan kami meminta aspirasi ini segera disampaikan untuk langsung dibuatkan Perpu,” ungkapnya.

Selanjutnya kata Firli, masa aksi meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas tindakan represif kepolisian kepada mahasiswa.

“ Kami mohon untuk ditindaklanjuti pihak kepolisian yang telah melakukan tindakan kekerasan kepada mahasiswa,” tegasnya.

Sementara itu, selaku Anggota DPRD Provinsi Sulteng Alimuddin Paada, menegaskan bahwa DPRD siap untuk meneruskan dan mengawal secara tuntas tuntutan dari mahasiswa se-Kota Palu tersebut.

“Kami DPRD Sulteng akan meneruskan dan mengawal secara tuntas tuntutan mahasiswa se-kota palu tentang penolakan Omnibus Law. Kami akan mengawal ke DPR RI sampai ke Presiden Jokowi untuk ditindaklanjuti,” tuturnya.

Dari pantauan media Fakta News di lapangan, nampak saat membacakan berita acara, Alimuddin didampingi oleh beberapa anggota DPRD lainnya diantaranya, Ibrahim A. Hafid dan Yahdi Basma. (Fn/Nr)

 61 total views

Facebook Comments