Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Tingkatkan Ekonomi Warga, Mahasiswa KKN UNG Di Desa Leleto Ciptakan Jamu Jempol Berbahan Rempah-rempah

Faktanews.com (Daerah) – Gorontalo Utara, Mahasiswa KKN Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Desa Lelato, Kecamatan Sumalata, membuta membuat jamu kering dan jamu cair untuk meningkatkan sistem imun dimasa pandemi Covid-19.

Jamu yang diberi nama Jamu JEMPOL (Jamu enak produk Lelato) itu, selain untuk kesehatan, juga bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan mendorong harga jual bahan rempah di desa Lelato.

Frans Mulia Herman, selaku Koordinator desa Mahasiswa KKN UNG Desa Lelato menjelaskan bahwa tema yang diusung sebagai pembuktian kerja nyata tersebut yaitu pemanfaatan tanaman rempah sebagai olahan jamu untuk meningkatkan pendapatan keluarga dimasa pandemi.

“Hari ini kami melaksanakan kegiatan inti dari tema tersebut dimana awalnya kami melaksanakan observasi dimasyarakat dan pada akhirnya kami mendapatkan dua dusun dimana penduduknya mengolah tanaman rempah yaitu dusun Beringin Jaya dan dusun Olea kami turun langsung untuk mengambil bahan-bahan rempahnya,”

Setelah itu kata Frans, dilakukan proses pencucian dan pembersihan rempah-rempah yang diambil dan di lakukan proses pengeringan dengan kadar airnya dari 5 kg tinggal menjadi 1 kg. Dan yang terakhir kata Frans, masuk pada  proses pelatihan

“Bahan bahan yang sudah dikeringkan kami lakukan proses pelatihan kepada warga masyarakat desa Lelato untuk membuat jamu dari tanaman rempah dan hari ini juga telah dilaksanakan giat tersebut,” Tuturnya

“Jadi, untuk jamu yang kami buat ada dua yaitu jamu kering dan jamu cair yang diberi nama jamu JEMPOL. Rencananya hari senin ini, kami akan coba untuk mempromosikan di masyarakat dan pemerintah daerah agar kiranya pemerintah daerah tau dimana produk JEMPOL ini bisa dikenal sebagai khas atau produk dari desa Lelato,” Tambahnya.

Sementara itu, Dosen pendamping dari mahasiswa KKN UNG desa Lelato, Melizubaida Mahmud S.Pd.,M.S., mengatakan penggunaan jamu dari tanaman rempah sesuai dengan hasil survey bahwa di desa Lelato dari 4 dusun yang ada, dua diantaranya lahan itu hanya ditanami tanaman rempah.

” Karena program yang disodorkan kepada kami adalah program stanting dimasa pandemi Covid 19, olehnya kami mendorong bagaimana tanaman rempah ini bisa dirubah menjadi olahan jamu sehingga dapat meningkatkan imunitas tubuh,” Ungkapnya.

Selain itu kata Melizubaida, dengan memanfaatkan tanaman rempah menjadi olahan jamu, akan meningkatkan produktivitas tanaman rempah di dusun yang berada di desa Lelato.

” Kalau selama ini mereka hanya menjual rempah-rempah tersebut seperti kunyit hanya 5 ribu rupiah dan jahe 5 ribu perkilo, ketika ini dirubah dan diolah menjadi jamu maka itu ada peningkatan harga sehingga akan juga meningkatkan pendapatan warga masyarakat,” Tukasnya. (Fn12) 

 142 total views

Facebook Comments