Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Kedaulatan Pangan, Solusi Rustam Dicky Menjawab Persoalan Pertanian

Faktanews.com (Opini) – Pandemi Covid-19 telah membawa Negara-negara diberbagai belahan dunia kearah Krisis Ekonomi. Wabah ini telah mengubah kehidupan sehari-hari di setiap sudut dunia, bahkan Kekhawatiran  kelangkaan Pangan akibat Virus Corona ini telah membuat kondisi kian parah.

Di Indonesia, situasi seperti ini mengakibatkan kurangnya daya beli masyarakat, hilangnya pekerjaan, dan menurunnya pendapatan. Implikasi paling serius saat covid-19 adalah memutus hubungan perdagangan antar bangsa, Sehingga Hal ini telah mencerminkan bahwa bangsa Indonesia sangat bergantung pada Pangan Impor. Parahnya, ada persoalan lain yang menyebabkan Pandemi ini semakin berat. Ketimpangan Ekonomi saat ini, membutuhkan perubahan besar dalam sistem pangan dan pertanian kita.

Seperti kita ketahui, bahwa sistem pangan kita juga sudah rusak jauh sebelum Pandemi ini datang ke Indonesia. Sehingga fenomena ini terus memaksa kita untuk melihat urgensi serta mencarikan solusi terbaik dalam rangka memperbaiki kondisi pangan yang ada

Secara umum, persoalan ini sangat berimbas pada ekonomi di daerah-daerah berkembang di Indonesia dan Gorontalo khususnya, walaupun basis pertanian di daerah ini sangat besar namun tidak bisa dipungkiri bahwa posisi “Serambi Madinah” saat ini masih masuk pada kategori termiskin di Indonesia. Ditambah lagi dengan Data BPS Provinsi Gorontalo, Nilai Tukar Petani (NTP) per Agustus 2020 mengalami penurunan 0.22 persen, ini menunjukkan bahwa menurunnya kesejahteraan petani.

Berdasarkan pernyataan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, penyebab angka kemiskinan di Gorontalo diakibatkan produktivitas dan nilai tambah dari sektor Pertanian yang sangat rendah. Padahal, Pertanian adalah sumber utama pencaharian masyarakat Gorontalo. Sehingga tantangan yang dibutuhkan adalah kolaborasi semua lini untuk dapat meningkatkan hasil pada sektor tersebut.

Menjawab hal itu, diperlukan visi misi yang jelas dan tegas terhadap rencana pembangunan disetiap sektornya termasuk pertanian. Utamanya pada niat yang ikhlas demi terciptanya gerakan akbar untuk mendukung perubahan yang dapat menjadikan landasan harapan baru bagi masyarakat di Gorontalo.

Di Kabupaten Gorontalo, Visi Misi tersebut hanya dimiliki oleh Pasangan Calon Bupati Rustam Akili dan Calon Wakil Bupati Dicky Gobel. Perencanaan yang telah matang itu, disiapkan untuk sesegera mungkin di implementasikan. Dimana Kedaulatan Pangan yang saat ini, menjadi terget utama Rustam-Dicky adalah solusi untuk mengatasi kemiskinan dengan melakukan peningkatan pertumbuhan Ekonomi melalui perbaikan nilai tambah, penguatan sektor Pertanian, dan memfasilitasi pembentukan investasi permodalan.

Kedaulatan Pangan yang menjadi visi misi Rustam-Dicky, adalah peningkatan sektor Pertanian yang mempunyai peran penting sebagai benteng ketahanan Pangan kita. Tentunya, ketahanan Pangan berbasis rakyat, yang ditargetkan dapat membuat petani sejahtera.

Untuk mewujudkan hal itu, Rustam-Dicky tentunya tidak sendri. Ada Rahmad Gobel yang sedari awal men cita-citakan Gorontalo sebagai Lumbung Pangan Indonesia Timur. Rachmad Gobel dalam mewujudkan niatnya itu, Sebelumnya telah menggandeng PT. Rajatani Agro Nusantara yang merupakan anak perusahaannya di bidang pertanian, pun sudah membuktikan dengan “Demplot Pertanian” pada tahun 2018 lalu di kecamatan Pulubala. Dimana konsep yang dibangun oleh Wakil Ketua DPR RI itu adalah merubah sistem pertanian dengan pertanian Biodinamis atau memanfaatkan unsur-unsur kehidupan dalam sistem pertanian. Untuk itu, Rustam Dicky telah menyiapkan segala sesuatu untuk menjawab tantangan dalam rangka mensejahterakan para petani di Kabupaten Gorontalo.

Jika memimpin kabupaten Gorontalo, misi ini tentunya yang akan di bawa oleh pasangan Rustam-Dicky pada periode 2021-2026 nanti. Kolaborasi Politisi dan Pengusaha ini, tentunya akan mudah menjawab persoalan Pertanian dengan konsep Kedaulatan Pangan. Sebab kedaulatan Pangan  pasti akan sejalan dengan kesejahteraan petani. (***)

Penulis : Fadli Thalib (Profesional) 

 798 total views

Facebook Comments