Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Dua Tahun Tak Kantongi Ijin, Pabrik Sagu Di Tehoru Di Pertanyakan

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Maluku Tengah, Pabrik Pengolahan Sagu yang ada di Dusun Tuni, Negeri Tehoru, Kecamat Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), tidak berijin.

Namun, perusahaan tersebut masih tetap beroperasi selama kurang lebih dua tahun dan sudah memproduksi ribuan ton hasil sagu yang dikirim ke Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Dari hasil penelusuran Fakta News.com, pihak Kecamatan Tehoru maupun instansi teknis Pemerintah Kabupaten Malteng, nama perusahaan tersebut tidak ada. Diketahui, berdasarkan informasi dari tenaga kerja, nama perusahan yang mengelola itu bernama “Karmila”.

Setelah di telusuri, di Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Malteng, tidak ada data-data perusahan atas nama perusahan “Karmila” yang melakukan pengolahan sagu di Tehoru. Bahkan saat tim Fakta News mempertanyakan kepada Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup Tedy Salampesy, S.STP, dirinya juga baru mengetahui kalau ada perusahaan tersebut.

“Saya baru mengetahui dari wartawan jika ada perusahan yang selama ini mengelola sagu di Tehoru, nanti saya akan cek apa ada perusahan itu “Karmila” atau tidak. Namun setahu saya, perusahan itu tidak ada dan datanya belum masuk, pastinya ijin pengolahan limbahnya tidak ada,” Tegas Salampesy kepada Fakta News.Com, melalui telepon selulernya, Kamis, (3/9/20), di Masohi.

Namun kata Salampesy, pihaknya akan mengecek data-data perusahan tersebut pada bidang yang menangani data perusahan. “Nanti saya akan sampaikan kepada wartawan, data perusahannya ada atau tidak, pastinya data perusahan itu tidak ada,” ucapnya.

Tidak hanya pada Dinas Lingkungan hidup, namun pada Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Malteng. Dari hasil penelusuran Fakta News, data  perusahan atas nama Perusahan Karmila tidak ada.

“Data atas  nama Perusahan Karmila yang bergerak dalam pengolahan sagu, tidak ada belum terdaftar di Dinas PTSP Malteng, namun akan kita cek lagi,” kata salah  satu staf Dinas PTSP kepada Fakta News.

Ironisnya, perusahan sudah beroperasi dan produksi selama dua tahun lebih, namun olah Kepala Kecamatan Tehoru Abdul Latif Key, S.Sos. Sengaja didiamkan, tidak mengambil langka untuk penutup perusahan tersebut.

Untuk diketahui, sejak perusahan beroperasi tahun 2018   Sampai tahun 2020, sudah ribuan ton tepung sagu yang dikirim ke Surabaya. Bagaimana tidak,  untuk setiap minggunya hasil produksi 100 karung.

“Setiap minggu perusahan produksi tepung sagu 100 karung, untuk perkarung nya kurang lebih beratnya 70 Kg sampai 100 Kg. Hasil ini dikirim melalui mobil truk milik perusahan menuju Ambon dan kemudian dikirim melalui angkutan laut ka surabaya,” kata salah satu  karyawan  yang namanya tidak dikorankan.  (FN/Uc)

 120 total views

Facebook Comments