Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

700 Juta Digelapkan Oknum Aparat Desa Di Boalemo, Dana Desa Untuk Siapa?

Faktanews.com (Tajuk) – Kabupaten Boalemo. Nampaknya, implementasi Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 belum berjalan efektif. Kehadiran UU Desa yang notabenenya diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan kenegaraan, misalnya mengurangi angka kemiskinan dan angka pengangguran di desa, nyatanya masih saja banyak oknum-oknum perangkat desa yang menafsirkanya lain.

Apalagi, dengan hadirnya dana desa juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian desa dalam mengelola perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Seperti yang kita ketahui bersama, dana desa yang di geolontorkan dari pemerintah pusat ke desa tidak sedikit. Bahkan, anggaran yang disediakan untuk desa, mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Dikutip dari Web Kementrian Koordinator (Kemenko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia, anggaran dana desa untuk tahun 2020 sebesar 72 Triliun, pastinya digelontorkan pemerintah pusat lewat APBN yang diharapkan oleh pemerintah pusat guna membangun desa.

Hal ini nampaknya sangat bertolak belakang dengan implementasi di masing-masing desa, seperti yang terjadi di Desa Sukamulya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, yang belum lama ini masyarakat Boalemo dikejutkan dengan adanya dugaan kasus penggelapan anggaran dana desa yang dilakukan oleh salah satu oknum Bendahara Desa Sukamulya, Kecamatan Wonosari itu.

Tak tanggung-tanggung, hasil penggelapannya  tersebut bernilai hingga 700 juta yang berasal dari dana desa. Dan kejadian itu dibenarkan oleh Kepala Desa Suka Mulya berdasarkan akumulasi adanya bukti rekening koran.

Dari pengamatan penulis, jika uang tersebut digunakan untuk melakukan pembangunan di Desa Suka Mulya akan jadi apa saja?. Saya hanya mencoba mengakumulasi anggaran sebesar 700 juta tersebut untuk pembangunan di desa, dan mencoba mengambil patokan harga pengadaan barang dan jasa dari website http://lpse.boalemokab.go.id/ yang notabenenya merupakan sistem pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilaksanakan secara elektronik dengan memanfaatkan dukungan teknologi informasi.

Pertama, Pembangunan Rumah Baru Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah. Berdasarkan salah satu data dari LPSE Boalemo mengenai Pembangunan Rumah Baru Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah, memiliki pagu anggaran sebesar Rp.50.000.000. Jika uang 700 juta yang digelapkan oleh Oknum Bendahara Desa digunakan untuk Pembangunan Rumah Baru Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah, maka ada sekitar 14 unit rumah yang bisa dibangun menggunakan anggaran itu, dan pastinya hal itu juga untuk masyarakat Desa Suka Mulya.

Kedua, Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT). Jika uang 700 juta yang digelapkan oleh Bendahara Desa dimanfaatkan untuk membuat Jalan Usaha Tani (JUT), berdasarkan data pagu anggaran yang dilihat di website LPSE Boalemo pembangunan JUT tersebut, rata-rata 200 juta-an, maka akan ada 3 Jalan Usaha Tani dari anggaran 700 juta, yang bisa digunakan oleh petani di Desa Suka Mulya untuk melancarkan pengangkutan hasil panen mereka nanti.

Ketiga, Pengadaan Sarana Seni Budaya. Masyarakat Suka Mulya lebih luasnya Wonosari, dikenal dengan keberagaman budayanya. Olehnya, dengan memfasilitasi mereka dengan Sarana Seni Budaya yang dengan melihat pagu anggaran di LPSE sebesar 147 juta-an, maka uang 700 juta cukup untuk membangun lima sarana seni Budaya di Desa Suka Mulya.

Dan yang keempat, Belanja Bibit Ternak (Pengadaan Ternak Ayam Buras)

225 Juta Pagu anggaran yang akan digunakan untuk Belanja Bibit Ternak (Pengadaan Ternak Ayam Buras), jika mengacu pada patokan harga LPSE Kabupaten Boalemo, maka dengan uang 700 juta, desa bisa membelanjakan Bibit Ternak yang nantinya bisa dipelihara oleh masyarakat dan pastinya untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

Saya hanya berharap, semua desa di Boalemo bisa lebih kreatif lagi dalam menggunakan anggaran dana desa. Lebih-lebih untuk peningkatan kesejahteraan dan perekonomian di desa. Mengingat saat ini kondisi perekonomian Indonesia mengalami penurunan karena adanya wabah Covid-19.

Semoga, para kepala desa di Boalemo menyadari akan kondisi hari ini. Sehingga desa mampu menjadi benteng terakhir pertahanan negara. (***) 

Penulis : Mohammad Syarief Evansyah
Mahasiswa Hukum Universitas Ichsan Boalemo

 461 total views

Facebook Comments