Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Diduga Sebut Wartawan Minta Uang, Oknum Security Bapedas Gorontalo Akan Di Polisikan

Faktanews.com (Daerah) – kabupaten Gorontalo, 3 orang wartawan di kabupaten Gorontalo diduga mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari security dan dua pegawai yang bertugas di Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (Bapedas) Wilayah Bone Bolango, Provinsi Gorontalo

Salah satu wartawan Mimoza TV, Taufik yang saat itu mendatangi kantor Bapedas, mengatakan bahwa dirinya mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari Satpam Bepedas, Selasa, (7/7).

Dia dan beberapa temannya yang saat itu mendatangi kantor Bapedas, merasa tersinggung dengan tudingan Security Kantor Bapedas, yang mengatakan wartawan saat ini kerjanya hanya minta-minta uang.

Ucapan dari security tersebut, kata Taufik sangat mencoreng wajah dari para wartawan.Taufik merasa sangat tersinggung dan tidak akan bisa menerima sampai kapan pun.

Oknum security Bapedas Gorontalo (foto David, gebrak news) 

” Yang jelas kami merasa sangat tersinggung, ini sudah mencoreng nama baik wartawan. Kalaupun ada wartawan yang hobinya begitu, itu hanya oknum saja. Bahkan kalau bisa dibilang, mereka itu adalah wartawan tanpa media, atau hanya mengatasnamakan wartawan, Jadi jangan divonis wartawan,” Tukasnya.

Sementara itu, Jeffry Rumampuk selaku ketua Pressure Provinsi Gorontalo, yang juga ketua Forum Wartawan Kejaksaan Agung (Forwaka) Provinsi Gorontalo, sangat menyayangkan tindakan tidak menyenangkan yang dilakukan oleh security Bapedas.

” Jadi, kami dari komunitas Pressure Gorontalo, yang menjadi gabungan dari beberapa pemilik media online, mengutuk dengan keras apa yang dilontarkan oleh oknum security di Bapedas Gorontalo. Sebab, dengan menyebut wartawan kerjanya minta-minta uang, itu adalah sebuah bentuk penghinaan dan pencemaran nama baik. apalagi wartawan yang datang ke instansi itu sementara melaksanakan tugasnya, lalu kemudian dikatakan seperti itu tentu sangat tidak etis,” Kata Jeffry.

Dia juga mengatakan, apa yang dilakukan oleh oknum security itu adalah sebuah perbuatan untuk menghalang-halangi tugas wartawan dalam mencari informasi ataupun dalam rangka mengklarifikasi dari sebuah informasi.

hal ini kata dia, telah melanggar ketentuan dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 yakni
bagi siapa saja yang melakukan kekerasan dan menghalangi wartawan dalam melaksanakan tugas peliputannya, maka yang bersangkutan (Red-pelaku) dapat dikenakan hukuman selama 2 tahun penjara dan dikenakan denda paling banyak sebesar Rp 500 juta rupiah, sebagaimana yang termaktub pada pasal 18 UU Pers Tahun 1999.

” Kami, akan segera melakukan rapat terkait rencana penuntutan atas apa yang dilakukan oleh oknum tersebut. apalagi setelah dilakukan klarifikasi, ternyata Bapedas hanya memperkerjakan pegawai yang berpendidikan dibawah. tentunya ini tidak sesuai standar perekrutan yang tentunya ini perlu dilaporkan juga. standar dalam pelayanan tentu harus dikedepankan, sehingga pihak Bapedas juga wajib bertanggung jawab atas pelayanan yang buruk seperti itu, ” Tukasnya. (Fn12) 

 322 total views

Facebook Comments