Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Hadiri Rembuk Stunting, ini yang Dikatakan Bupati Syarif

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Pemda Pohuwato gelar Rembuk Stunting tahun 2020 Dalam rangka penyusunan program kegiatan aksi integrasi sebagai komitmen daerah dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di kabupaten Pohuwato tahun 2021 melalui GERBOS EMAS, Kamis (25/6).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Panua Kantor Bupati ini, dihadiri oleh Bupati Pohuwato, Wakil Bupati Pohuwato, Tim percepatan anak kerdil, Sekretariat Wakil Presiden, tenaga Ahli gizi Bapenas, Tim inpestasi nutrisi awal, Kepala kantor kementrian Agama dan Pimpinan OPD.

Dalam sambutanya, Bupati Syarif mengungkapkan bahwa masalah stunting atau kurang gizi pada bayi dan anak menjadi masalah serius yang terus mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten Pohuwato. Sebab bila hal ini tidak diseriusi, akan berdampak pada peningkatan petumbuhan dan kecerdasan anak di masa yang akan datang.

“Alhamdulillah, berdasarkan indikator stunting, jumlah kasus stunting di Pohuwato beradasarkan peta status gizi, yang sebelumya pada tahun 2015 sebesar 37.4 persen mengalami penurunan pada tahun 2017 menjadi 33.2 persen. Sementara Menurut data riset kesehatan dasar pada tahun 2018, data stunting dari umur Nol (0) sampai umur 23 bulan turun menjadi 17.87 persen. Sedangkan umur 24 sampai 49 bulan turun menjadi 23.62 persen. Data stunting menurut hasil penimbangan posyandu dengan menggunakan data timbang bayi dibagi umur pada tahun 2018 sebesar 8 persen dan tahun 2019 turun menjadi 7.43 persen. Ini merupakan keseriusan pemerintah daerah,” jelasnya.

Dengan demikian, lanjut Syarif, jumlah kasus stunting Pohuwato dilihat dari berbagai Indikator mengalami penurunan, utamanya menurut riset kesehatan dasar tahun 2018, bahwa Kabupaten Pohuwato masuk zona hijau untuk bayi umur Nol (0) sampai 23 bulan.

“Kabar baiknya, capaian Pemerintah Pohuwato tersebut melampaui target Nasional, yang targetkan sebesar 22 persen. Peneurunan angka stunting tersebut juga di dukung dengan data air susu ibu (ASI) Esklusif pada tahun 2018 di Pohuwato sebesar 43.28 persen, pada 2019 naik menjadi 58.84 persen. Sedangkan data ASI inisiasi menyusui dini IMD tahun 2018 sebesar 91 persen tahun 2019 naik menjadi 95 persen,” lanjutnya.

Upaya penanganan stunting di Pohuwato juga mendapat perhatian dari pemerintah pusat yang pada tahun 2019 menjadikan Pohuwato sebagai daerah lokus stunting dengan fokus pada 10 desa, dan akan di intervensi stunting secara terintegrasi dari pemerintah pusat dan daerah. Tahun 2020 lokus stunting diserahkan kewenangan penentuannya kepada daerah dengan kajian dan analisis situasi dan sebaran stunting.

“Dengan analisis tersebut, Pohuwato mementukan 16 Desa lokus stunting dan ada 2 Desa menjadi lokus pilot project yang di dorong melalui kerjasama pemerintah Daerah dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) yakni Desa Tirto Asri dan Desa Kalimas, termasuk satu Desa menjadi pilot project Daerah yakni Desa Taluduyunu karena Desa tersebut memiliki komitmen untuk mendukung serta sudah membangun kesepakatan dengan masyarakat melalui Jum’at bersih dan membangun jamban melalui mekanisme swadaya masyarakat,” terangnya. (FN07)

 188 total views

Facebook Comments