Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

New Normal Life, Pemkab Pohuwato Ijinkan Seluruh Tempat Ibadah Kembali Beraktifitas

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Dalam Rangka menerapkan tatanan hidup baru atau New Normal Life, Pemerintah Pohuwato akan melayangkan surat edaran ke seluruh kecamatan dan desa bahwa pelaksanaan sholat 5 waktu maupun sholat jumat sudah dapat dilaksanakan di masing-masing mesjid dengan ketentuan mematuhi protokol kesehatan.

Meski demikian, Pengurus masjid maupun jamaah yang akan melaksanakan sholat, mempunyai tugas yang harus dilakukan diantaranya,

1. pengurus mesjid menyediakan alat pengukur suhu badan (Thermo gan)
2. Tersedia setiap saat sabun cair disekitar tempat Wudhu dan sebelum berwudhu diwajibkan jamaah mencuci tangan dengan sabun kemudian berwudhu
3. Seluruh jamaah masjid memakai masker
4. Selesai sholat, jamaah tetap menjaga jarak 1 meter dengan jamaah lain saat keluar dari dalam masjid dan setelah diluar dapat mencuci tangan kembali dengan handsanitezar atau sabun dengan air mengalir
5. Jarak antar shaf depan dengan belakang 1,50 meter, jarak antar jamaah 1 meter (samping kiri kanan)
6. Setiap jamaah wajib membawa alas sholat
7. Mesjid hanya boleh menampung jamaah sesuai kapasitasnya (sesuai yg ditandai), jamaah yang tidak tertampung diarahkan oleh pengurus kemesjid lainnya didesa/kelurahan tersebut
8. Setiap selesai sholat, pengurus masjid/musholah membersihkan lantai (disapu dan dipel dgn cairan pembersih)
9. Para jamaah dilarang berjabat tangan setelah selesai sholat.

Bupati Syarif saat melakukan penempelan lakban sebagai pembatasan jarak shaf jamaah di beberapa mesjid didampingi langsung Anggota DPRD, Plt. Sekda serta beberapa Pimpinan OPD.

Dimana, Pemerintah Daerah kabupaten Pohuwato akan menyediakan spanduk himbauan serta lakban sebagai pembatasan jarak shaf bagi jamaah yang melaksanakan shalat di masing masing mesjid.

“Tak hanya umat islam yang dapat melaksanakan sholat di mesjid namun agama lain pun sudah dapat melaksanakan ibadah di gereja maupun ditempat ibadah lainya, dengan ketentuan harus mematuhi protokoler kesehatan yang ketat,” kata Syarif saat melakukan penempelan lakban sebagai pembatasan jarak shaf jamaah di beberapa mesjid didampingi langsung Anggota DPRD, Plt. Sekda serta beberapa Pimpinan OPD, Rabu (3/6).

Hal ini, jelas Syarif, dilakukan untuk mencegah penularan covid-19 pada jamaah mesjid yang melaksanakan sholat maupun yang melaksanakan ibadah.

Olehnya, Bupati Syarif berharap kepada masyarakat agar tetap mematuhi himbauan pemerintah serta tetap mengedepankan protokoler kesehatan yang ketat disaat melaksanakan aktivitas diluar rumah maupun dalam rumah. (FN07)

 230 total views

Facebook Comments