Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Ketua PRD Minta Pemkot Evaluasi Kebijakan Mobilitas Keluar Masuk Warga di Kota Palu

Faktanews.com (Daerah) – Sulawesi Tengah, Kebijakan baru pemerintah kota Palu, terkait syarat mobilitas keluar masuk warga di kota palu dengan melampirkan surat keterangan kesehatan hasil rapid test dan Swabia test, tuai banyak protes dari berbagai pihak.

Azman Asgar, ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) kota Palu menilai, kebijakan tersebut sangat diskriminatif. ” Kami menilai, kebijakan itu sangat diskriminatif. Ada beberapa warga yang masuk di kota Palu terpaksa harus dipulangkan karena tidak memiliki surat keterangan hasil Rapid tes, sementara dalam hal yang sama di pelabuhan Taipa penumpang yang tiba dari Kalimantan justru mendapat Rapid tes di pos penjagaan tanpa harus dipulangkan kembali ke Kalimantan,” Tandasnya.

Harusnya kata dia, jika warga yang hendak ke Palu tidak bisa menunjukan hasil Rapid tes, maka di pos pemeriksaan diwajibkan mengadakan Rapid tes dengan biaya terjangkau tanpa harus dipulangkan kembali ke daerah asalnya.

” Kami mendukung usaha Pemkot memutus rantai penularan Covid-19 di Kota Palu, tapi tentulah dengan kebijakan yang berkeadilan dan manusiawi, jika Rapid tes dijadikan salah satu syarat dari opsi lainnya, maka berikan fasilitas Rapid tes gratis bagi masyarakat Kota Palu, itu lebih rasional daripada harus membebani setiap warga dengan Rapid tes secara mandiri dengan biaya yang sangat sulit di jangkau oleh semua lapisan masyarakat, ” Ujarnya.

Lebih lanjut, Azman meminta kebijakan Pemkot Palu agar dikoreksi kembali. Dengan menyiapkan fasilitas rapid test secara gratis.

” Kami berharap, Pemkot mau mengevaluasi kembali kebijakannya itu menjadi kebijakan yang lebih berkeadilan dan manusiawi, diantaranya menyiapkan fasilitas Rapid tes secara gratis atau lebih terjangkau dan pastikan di setiap pos pemeriksaan tersedia alat Rapid tes, hal ini mengantisipasi agar setiap warga yang hendak ke Palu untuk kepentingan studi, pekerjaan dll tidak harus dikembalikan ke daerah asal mereka, apalagi mereka sudah mengeluarkan begitu banyak biaya selama dalam perjalanan dari daerah asal mereka,” Pungkasnya. (Fn/NR)

 295 total views

Facebook Comments