Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Anggota DPRD Malteng, Sahabudin Hayoto Dinilai Tidak Beretika

Kalimat "Biadab" Tidak Pantas Digunakan

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Maluku Tengah, salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Maluku Tengah (Malteng), dinilai tak beretika. Pasalnya, anggota dari Fraksi Gerindra tersebut menyampaikan protes terhadap kepala dinas Kesehatan Malteng, terkait kinerja Dinas dalam penangan Covid-19, dengan menggunakan bahasa yang tidak pantas.

” Saudara Bupati dan pimpina, keluarga saya meninggal di RSUD Masohi dan pemakaman dilakukan sesuai prosudur penanganan Covid 19, apa benar korban terpapar Covid-19. Ini cara-cara Biadab, mana itu Kadis Kesehatan Biadad, Biadab, kalau tidak mampu mundur dari jabatan, karena anda tidak punya keluarga disini (Malteng), sehingga anda berbuat seperti ini. Dimana juga Direktur RSUD Masohi, itu Biadab, Biadap, jika tidak mampu, saudara Bupati berhentikan saja,” Teriak Sahabudin Hayoto dari fraksi Gerindra itu.

Dari teriakan protes tersebut, Rony Hetharia selaku kepala dinas Ketahanan Pangan mengatakan kekecewaannya terhadap protes anggota dewan yang tak beretika itu.

” Anggota DPRD punya hak imunitas, namun kita juga sebagai warga negara punya hak imunitas, tidak pantas kata Biadab sampaikan dan itu tidak beretika. Jika bisa intruksi, maka kita akan sampaikan hak kita, ada kata-kata yang santun dan saling menjaga, pantasnya ada ruang dengar pendapat disampaika,” Tuturnya.

Selain itu, Okto Noya selaku manajer Dana Bos yang mewakili kepala dinas Pendidikan Malteng, juga mengatakan kekecewaan nya terhadap sikap Anggota DPRD yang tak beretika itu. “Jangan karena dr. Jeny bukan orang Malteng, sehingga bisa enaknya bicara dan merendahkan orang. Setiap orang punya harga diri, jika itu terjadi buat saya atau Pimpinan OPD orang asli, pastinya ada protes,” Kata Okto.

Sementara itu sekretaris Partai Gerindra Malteng Burhan Karepesina, mengatakan bahwa, ini soal etika dalam menyampaikan pendapat. “Anggota DPRD di atur dalam tata tertib dewan, dan tadi saya sampaikan kepada Sahabudin Hayoto, yang disampaikan itu salah dan tidak beretika. Dan ini badan kehormatan dewan (BKD) yang harus sikapi, sesuai tata tertib sehingga hal semacam ini tidak terulang,” tegasnya. (FN/Uc)

 3,219 total views

Facebook Comments