Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Guru, Riwayatmu Kini

Apa kabar Pendidikan hari ini ? Sejarah mencatat ada yang berbeda dalam dunia Pendidikan di tahun ini.

Faktanews.com (Tajuk), ” Apa kabar Pendidikan hari ini ? Sejarah mencatat ada yang berbeda dalam dunia Pendidikan di tahun ini“.

Pandemik Covid-19, sejak awal tahun 2020 merubah sendi-sendi kehidupan diberbagai sektor tak terkecuali lembaga pendidikan. Situasi ini memaksa para elit berdasi untuk mengambil kebijakan agar situasi dan kondisi terkendali, karena kehidupan harus terus berjalan, tidak berhenti dititik ini.

2 Mei, menjadi hari penting bagi kebangkitan pendidikan di Indonesia. Pertanyaannya, sudahkah merdeka belajar yang dialami oleh pelaku pendidikan?

Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Tiga nilai luhur yang di cetuskan oleh bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara apakah telah ter Internalisasi dalam nadi seorang guru, dalam tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar dan pendidik?.

Tak perlu menjawabnya, mari masing-masing kita bertanya pada diri sendiri, apakah kita sebagai siswa, sebagai orang tua, stakeholder pendidikan, masyarakat bahkan sebagai guru. Apakah kita telah benar-benar melaksanakan proses pendidikan seperti yang diamanatkan oleh Ki Hajar Dewantara.

Hari ini, air mata tak terbendung menetes pelan, menahan gejolak dan rasa yang berkecamuk, perihnya sungguh menghujam pilu, saat secara tak sengaja membaca statement di salah satu artikel, bahwa 2.9 juta guru PNS dan Honor tidak berkualitas sehingga siswa menjadi stress. Dituliskan bahwa KPAI telah menerima keluhan dari siswa yang berkaitan dengan pembelajaran Daring (secara online). Siswa merasa pembelajaran sangat membosankan, dengan metode yang monoton dan tugas yang menumpuk.

Rudce Wahyuni S,Pd.
Penulis, Sekaligus Tenaga Pengajar SMAN 1 BOLIYOHUTO

Ingin marah tapi kepada siapa?, tak pantas rasanya pernyataan itu terungkap dari lembaga yang seyogyanya harus sama-sama dengan guru mensukseskan program pemerintah dalam rangka memutuskan rantai penyebaran Covid-19. Bukankah persoalan pendidikan adalah tanggungjawab bersama antara guru, orang tua, pemerintah dan masyarakat?.

Fakta menunjukkan bahwa, profesi guru belum banyak diminati oleh generasi terbaik bangsa. Apakah karena gajinya belum setara dengan profesi lainnya?, atau karena penghargaan terhadap guru masih rendah?, entahlah. Berita di berbagai media memberi kita kabar bagaimana guru dari waktu ke waktu menjadi objek, yang di perlakuan tidak baik oleh siswanya sendiri, orang tua dan pihak lainnya.

Lalu apakah ada diantara kita menyesal telah memilih guru sebagai profesi?, smoga tidak. Sebab guru, adalah profesi yang sangat mulia. Terlepas dari kekurangan guru sebagai manusia biasa, peran guru sangat penting dalam memajukan pendidikan di Indonesia, menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga cerdas emosi dan spiritualnya, meski guru menjadi sosok tak terlihat saat siswanya berhasil menjadi manusia.

Peranan guru kemudian lebih penting dirasakan, di saat pandemi Covid -19 melanda negeri tercinta ini. Seketika guru dan siswa, mau tidak mau wajib melakukan pembelajaran secara daring, sehingga siswa tetap mendapat haknya untuk mendapatkan pembelajaran.

Guru yang menjadi aktor utama dalam proses ini harus memiliki tenaga ekstra dalam menyiapkan pembelajarannya serta menjadi guru di rumah bagi anak-anaknya. Selebihnya, sebagai abdi negara yang dibayar oleh pemerintah juga dituntut menyelesaikan segala macam administrasi yang berkenaan dengan tugas dan pengabdiannya. Bisakah dibayangkan bagaimana guru harus pandai mengatur waktu dengan baik agar dapat menunaikan tugas secara maksimal?.

Jadi jangan bilang “Guru makan gaji buta” seperti postingan dari seseorang di media sosial. Sungguh, perkataan itu sangat menyakiti perasaan dan harga diri seorang guru. Apakah karena guru tidak berada di garda terdepan seperti para medis saat corona melanda, lalu bisa seenaknya mengatakan hal yang menyakitkan?. Oh, tidak tahukah guru juga ada di garis terdepan agar anak-anak Indonesia tidak terlantar pendidikannya?.

Tugas ini berat, tapi mereka ikhlas. Kalau boleh memilih, merekapun ingin ada di sekolah, berkumpul, berbaur dengan anak-anak yang dititipkan oleh orang tua untuk mereka asuh.

Hari ini, tanggal 2 Mei, di hari pendidikan bersamaan dengan pengumuman kelulusan bagi kelas XII. Mari sama-sama belajar, bahwa kita semua adalah guru di tempat kita sendiri. Menjadi tauladan bagi lingkungan keluarga dan sekitar, mensukseskan program pemerintah dalam mewujudkan generasi emas bagi bangsa.

Untuk semua kelas XII, kemeriahan tahun ini tergantikan dengan perenungan atas diri, bahwa masa depan baru di mulai, di titik ini. Kami gurumu, hanya bisa mengantarkanmu dijenjang ini, semoga gerbang kesuksesan menjadi bekal yang telah kami berikan.

Untuk semua guru di Indonesia, mari terus berjuang bersama, memajukan Indonesia lewat tugas dan tanggung jawab profesi mereka. Pujian dan makian akan menjadi spirit buat mereka menjadi guru yang lebih baik dari hari ini.

Guru, sungguh jasamu tiada tara.
Terima kasihku kepada semua guru yang telah menjadikanku manusia.

Oleh : Rudce Wahyuni S,Pd. 

 542 total views

Facebook Comments