Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Kuswandi Geram, PT. IMIP Lalai dalam penanganan dan pencegahan Covid 19 di Morowali

Faktanews.com (Daerah) – Sulawesi Tengah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Morowali, Kuswandi Geram terhada PT Indonesia Industrial Park (IMIP) yang terkesan tak menggunakan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Morowali.

Pasalnya, dari hasil rapid tes, ada 4 orang karyawan PT IMIP yang dinyatakan positif covid-19, dan saat ini masih menunggu hasil swab tesnya.

” Penanganan pandemi Covid-19 di perusahaan khususnya di PT IMIP ini tidak jelas, dan masih jauh dari standar penanganan yang sesuai dengan protokol kesehatan. Hal ini menyusul adanya beberapa karyawan PT IMIP yang dinyatakan positif hasil rapid tes nya. Hasil rapit tes positif dan ini tinggal menunggu hasil swap, ” Ungkap Politisi Partai Nasdem Itu.

Kuswandi mengatakan, hingga saat ini PT IMIP masih melakukan produksi tanpa menerapkan Physical Sosial Distancing. Padahal kata Kuswandi, ada puluhan ribu karyawan dari berbagai daerah yang bekerja di PT tersebut.

” Untuk menerapkan pola itu dan untuk memutus penyebaran virus, sebaiknya pihak perusahaan
meliburkan sebagian karyawannya atau melakukan shift kerja karyawan yang tentunya berbeda dengan pola shift saat ini, untuk menjaga jangan sampai akan menjadi pusat penyebaran virus. Tarwih saja dilarang, masa PT dengan puluhan ribu karyawan tetap aktif berproduksi?. Ini ada apa, penting mana keselamatan nyawa manusia dengan nilai tambah ekonomi yang mereka hasilkan. Pola Ini penting untuk mengurangi tumpukan puluhan ribu karyawan yang ada di perusahaan dengan begitu maka physical sosial distancing bisa diterapkan. Kondisi ini tentu akan sangat berdampak pada penanganan pandemi covid-19 itu sendiri, ” Jelasnya.

Lebih lanjut kata dia, apa yang di lakukan oleh pihak perusahaan masih dibawah standar, kerena 4 orang yang dinyatakan positif dari hasil rapid tes, sudah melakukan kontak dengan 74 karyawan lainnya. Dan parahnya kata Kuswandi, 74 orang tersebut belum dilakukan rapid tes.

” Munculnya fakta seperti yang telah dirilis dalam pertemuan di PT.IMIP, bahwa ada beberapa karyawan dinyatakan positif hasil rapid tes nya. Jika ini tidak segera diantisipasi, saya khawatir kawasan Industri pabrik PT.IMIP akan jadi pusat Transmisi penyebaran Virus di Morowali. jadi harus ada perlakuan Khusus terkait penanganan Covid-19 di IMIP dan Bahodopi secara Umum, ” Tegas Kuswandi.

Dia juga menambahkan, pihak perusahaan tidak patuh menjalankan rekomendasi dan berbagai kesepahaman yang sudah disepakati dengan pemerintah daerah. Padahal kata Kuswandi, salah satu kesepakatan tersebut, melakukan rapid tes terhadap karyawan PT IMIP. Dan sayangnya itu tidak diindahkan.

” Ini ada apa, sekarang sudah ada karyawan yang terpapar coba tes secara luas dan masal itu karyawan, saya yakin akan lebih banyak dari kejadian yang ada sekarang. lakukan tes masal jika banyak yang positif gunakan itu hotel bintang 5 atau rusun milik perusahaan untuk tempat Isolasi. Di tambah lagi ruang isolasi untuk karantina tidak ada, sehingga semua masih bergantung pada fasilitas milik pemerintah daerah pada hal semestinya di tengah pandemi C-19 saat ini pihak PT sedari awal harus menyiapkan sendiri fasilitas itu, bahkan bila perlu membangun Rumah Sakit sendiri yang dilengkapi dengan fasilitas uji lab, tidak seperti saat ini yang hanya sebatas klinik semata dengan tenaga medis yang juga terbatas, ” Pungkasnya. (Fn/NR) 

 176 total views

Facebook Comments