Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Penahanan Tersangka Korupsi, Kuasa Hukum Nilai Langgar Maklumat Kapolri

Faktanews.com (Hukum) – Kabupaten Boalemo, Tiga Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi bakal mengajukan permohonan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Tilamuta terkait penahanan oleh Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Boalemo, Kamis (9/4/2020) lalu.

Ketiganya ditahan karena diduga telah melakukan penyelewengan pengelolaan dana hibah sebesar Rp.3 Miliar saat masih berstatus sebagai komisioner Panwaslih (Bawaslu) Kabupaten Boalemo pada tahun 2016-2017.

Hendra Saidi SH, selaku kuasa hukum ketiga tersangka menjelaskan bahwa pada prinsipnya, pemberlakuan penahanan adalah wewenang dari penyidik. Namun, lanjut Hendra, secara subjektif, sesungguhnya hari ini penyidik melakukan penahanan yang tidak profesional.

Olehnya, dalam Berita Acara Penahanan kliennya tidak menandatangani Melainkan mereka hanya menandatangani berita acara penolakan penahanan oleh penyidik.

Alasan ini, menurut Hendra, sesuai yang tertuang dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Pasal 21 Ayat 1 yang menjelaskan tentang perintah penahanan.

” Pertimbangannya begini, pertama Jika alasan penahanan berdasarkan adanya kekhawatiran mereka akan melarikan diri. Saya rasa mereka adalah Pejabat ASN dan tak ada peluang mereka untuk melarikan diri. Apalagi dengan kondisi sekarang ini yang tidak memungkinkan mereka untuk melarikan diri karena seluruh perbatasan ditutup oleh adanya wabah Virus Corona. Kedua, adanya kekhawatiran mereka akan menghilangkan barang bukti. Gimana mau dihilangkan, kalau seluruh barang buktinya sudah disita oleh penyidik. Dan yang ketiga, kalau alasan penyidik mereka akan mengulangi perbuatan mereka, sekarang kan mereka sudah bukan Panwaslu lagi. Mengapa demikian, karena sangka penyidik jika mereka melakukan tindak pidana korupsi hanya disaat mereka menjabat sebagai komisioner panwaslu. Dan hari ini mereka sudah bukan Komisioner lagi. Sehingga potensi untuk melakukan perbuatan pidana sudah tidak ada,” Jelas Hendra ketika dihubungi tim Faktanews.com, Minggu (12/4).

Tak sampai di situ, Hendra juga menyoroti penahanan yang dilakukan oleh Tim Penyidik Polres Boalemo karena tidak mengindahkan Maklumat Kapolri dalam rangka pencegahan Virus Corona.

” Kami menilai penyidik tidak mempertimbangkan maklumat kapolri tentang pencegahan virus corona, dan hal ini tidak dipikirkan oleh penyidik sebelum melakukan penahanan. Walaupun di sisi lain penyidik berhak melakukan penahanan,” tegasnya.

Olehnya, pihak Kuasa Hukum ketiga tersangka akan melayangkan permohonan pra-peradilan di Pengadilan Negeri Tilamuta dalam waktu dekat ini.

“Sekarang kami telah mendaftarkan permohonan Pra-Peradilan di Pengadilan Negeri Tilamuta,” tutupnya. (FN12) 

 1,242 total views

Facebook Comments