Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Diskriminatif, Aktivis Demokrasi Sulteng Kecam Pernyataan Ketua DPRD Morowali

Faktanews.com (Nasional) – Sulawesi Tengah, Akibat dari pernyataan kontroversial yang mendiskreditkan Etnis Bungku, Ketua DPRD Kabupaten Morowali mendapatkan kecaman dari berbagai pihak.

Abdul Jalil Alkaf salah seorang Aktifis Demokrasi Sulawesi Tengah mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap pernyataan Kuswandi yang mendiskriminasi etnis Bungku.

” Bagi saya ini argumentasi kosong dan fanatisme yang berlebihan pada sosok petinggi dipartai. Sikap ini malahan menunjukan dia lebih takut kehilangan kekuasaan daripada kehilangan Kepercayaan rakyat. suatu sikap yang rela mengorbankan kebenaraan demi langgengnya sebuah jabatan,” Kata Abdul.

Lebih lanjut Abdul menjelaskan bahwa secara fakta, ada banyak tokoh di Kaupaten Morowali yang punya kemampuan dan punya rekam jejak yang teruji.

” Sebut saja Anwar Hafid. Beliau sudah punya rekam jejak yg teruji, sejak dari awal karirnya sebagai Abdi rakyat hingga Bupati dua periode, dan selama itu beliau berhasil memimpin daerah ini yang memiliki keberagaman etnis dan agama yg berbeda,” Jelasnya.

Kekesalan Abdul kian bertambah ketika Ketua DPRD mengungkapkan bahwa Kabupaten Marowali bukan menjadi kunci kemenangan pada Pilgub yang akan dilaksanakan Tahun ini.

” Sekali lagi saya tegaskan kembali, sebagai tokoh politik dia harus menjadi teladan bagi rakyat untuk memberikan pendidikan politik. rakyat harus cerdas secara politik agar demokrasi bisa tumbuh subur. alasan kalkulasi jumlah adalah alasan yang sangat diskriminatif karna melihat rakyat berdasarkan jumlah minoritas,” Lanjut Aktifis Demokrasi tersebut.

Dari pernyataan Ketua DPRD tersebut, Abdul menilai bahwa semakin dalam luka hati masyarakat Morowali dan Sulawesi Tengah tanpa sedikitpun rasa bersalah.

” Bagi saya pernyataan kuswandi adalah malapetaka bagi demokrasi. Mengapa, karna pernyataan tersebut bukan keluar dari mulut rakyat biasa yang awam politik tapi keluar dari seorang pimpinan Lembaga negara yang menyimbolkan demokrasi. ini musibah besar yang akan menghalangi Tumbuhnya Peradaban politik Yang beradab,” ungkapnya.

Pernyataan ini, Menurut Abdul telah merusak Sendi sendi demokrasi dan meruntuhkan pilar pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus telah mewariskan pendidikan politik yang buruk bagi generasi kita dimasa mendatang.

” Mestinya kuswandi sebagai Pimpinan DPRD Harus mengambil sikap yang mendinginkan suasana, dan mengakui kesalahannya dengan cara Meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat morowali, karena dia harus sadar bahwa dia adalah pejabat publik dari sebuah lembaga negara yg menyimbolkan demokrasi. bagaimana mungkin dia merusak citra dengan tindakan yang anti demokrasi,” tutupnya. (UNR)

 164 total views

Facebook Comments