Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Dukung Kejaksaan, RH Minta Darem Berhentikan Pejabat Tersangka

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Boalemo, Kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan 2 oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di kabupaten Boalemo mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Aktivis Nasional  Rahmat Himran yang juga putra asli Gorontalo itu, ikut menyoroti persoalan dugaan tindak pidana korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018. Aktivis muda nasional yang kritis terhadap masalah agama dan kepemudaan ini mengatakan penetapan status tersangka kepada kedua Oknum ASN Boalemo yang di lakukan oleh Kejaksaan Boalemo itu, sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

” Jadi penetapan itu sudah sesuai aturan, tidak mungkin kejaksaan akan menetapkan status tersangka tanpa melalui penelitian berkas perkara, dan itu sudah sesuai prosedur, ” Kata Rahmat.

Lebih lanjut, koordinator lapangan Gerakan Tangkap Ahok dan anggota Presidium 313 Turunkan Ahok itu menjelaskan pihak yang menempuh jalur Praperadilan tidak menjadi masalah karena sudah di atur dalam UU.

” Dan jika ada pihak-pihak yang akan menempuh jalur praperadilan, itu sah-sah saja, ” Jelas Rahmat.

Inisiator pengepungan kantor LBH Jakarta yang digunakan untuk kegiatan kader Partai Komunis Indonesia (PKI) ini juga meminta Bupati Boalemo Darwis Moridu segera memberhentikan kedua Oknum pejabat tersebut, agar penanganan perkara bisa fokus.

” Harusnya Bupati Boalemo memberhentikan kedua oknum itu, biar mereka fokus pada penangan korupsi yang sementara ditangani oleh kejaksaan, ” Tegas pria yang akrab disapa RH itu.

Ketua Umum Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) menilai, akan sangat rancu ketika ada pertimbangan untuk belum memberhentikan kedua oknum pejabat tersebut.

” Akan sangat rancu jika Bupati terlalu banyak pertimbangan untuk memberhentikan, jangan sampai ‘ada apa-apanya’ lagi dengan Bupati, sehingga Bupati takut memberhentikan dua ASN itu, ” Tutup Ketua GPI Jakarta Raya itu. (FN12)¬†

 1,661 total views

Facebook Comments