Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Baku Balas Pantun Lembaga Adat, Demokrat : Gegara Kepentingan Mengamankan

” Daerah kita ini daerah adat, Adat bersendi syara’, Syara’ bersendi Kitabullah,” (Chamdi Mayang)

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Gorontalo, Polemik kisruh pengangkatan camat melalui proses adat di Kabupaten Gorontalo pada pemerintahan saat ini dengan sebelumnya yang sejatinya tidak berurusan dengan lembaga adat, pun mulai menjadi perhatian publik baik umum maupun secara politik. Hal ini dikarenakan semangat untuk mengedepankan adat istiadat disetiap Daerah tentunya harus di dukung. Apalagi hampir seluruh Daerah di Republik Indonesia memiliki latar belakang adat istiadat yang berbeda.

Ketua DPC Partai Demokrat Gorontalo Chamdi Mayang, merasa perihatin atas keterlibatan lembaga adat yang seakan baku balas pantun dan digiring untuk membela Pemerintahan Nelson Pomalingo terkait persoalan peranan adat dibumi hulondtalo ini. Menurut Chamdi, sebagai masyarakat Gorontalo pun harus menyadari bahwa kesadaran dalam melestarikan budaya dan istiadat tentu harus digalakan.

Chamdi Mayang,

” Dalam arti, jika itu pernah dilakukan sebelumnya dan menghasilkan hal yang positif untuk daerah dan masyarakat, Maka kita yang di Gorontalo harus menyadarinya. Bahkan seharusnya yang akan menjaga dan membudayakan ada istiadat kita adalah kita sendiri bukan oran lain, untuk itu saya dan seluruh jajaran pengurus serta simpatisan Partai Demokrat siap sedia utk menjaga dan melestarikan budaya dan adat istiadat Gorontalo sebagai bentuk menghargai leluhur, serta menjaga nilai luhur yang bersendi syara’ dan kitabullaah ini, ” Jelas Chamdi.

Chamdi menyebutkan, jangan hanya kepentingan untuk mengamankan kepentingan sendiri maupun jabatan lalu mengabaikan keterlibatan prosesi adat istiadat dalam memberikan masukan kepada lancarnya roda pemerintahan.

” Untuk itu kami mengajak kita smua agar bisa secara bersungguh-sungguh untuk bahu membahu memajukan daerah kita, Lipu Lo Hulondalo yg kita cintai ini. Termasuk dengan melestarikannya, jangan sampai hanya gegara kepentingan untuk mengamankan diri sendiri dalam sebuah jabatan atau kepentingan lainnya, kemudian mengabaikan keterlibatan prosesi adat istiadat saat memberikan masukan demi lancarnya roda pemerintahan, ” Kata Chamdi.

Chamdi menambahkan bahwa pihaknya sangat menyayangkan jika saat ini adat istiadat sudah tidak digunakan lagi oleh Pemerintah Daerah. Bahkan kata Chamdi, jika sudah terbukti pada Pemerintahan sebelumnya itu menghasilkan hal yang positif maka seharusnya itu pula yang dilakukan dan dilaksanakan oleh Pemerintahan berikutnya.

” sangat disayangkan, padahal pada pemerintahan sebelumnya ini sudah berjalan baik dan tidak ada hambatan pada kegiatan pemerintahan atau menghambat jalannya roda pemerintahan. Jadi intinya, kami sangat setuju jika lembaga adat itu dilibatkan dalam memberi pertimbangan kepada pemerintah dalam hal-hal tertentu, termsuk pada hal yang dipandang perlu dalam menjaga wibawa pemerintahan dari sisi pandangan non pemerintahan untuk di jadikan pertimbangan pada sebuah jabatan atau dalam mengambil langkah yang tepat untuk kepentingan masyarakat,” Tutup Chamdi.

Untuk itu, Chamdi mengajak kepada semua stakeholders pada Pemerintahan Kabuoaten Gorontalo untuk mencintai adat dan budaya di bumi serambi madinah ini.

” Maka kami sekali lagi mengajak semua stake holders di Kabupaten Gorontalo untuk mencintai adat istiadat kita di Gorontalo. Salam kedamaian, salam kebersamaan dan salam persatuan di lingkaran adat bersendi syara’, syara bersendi Kitabullah,” Tutup Chamdi. (fn02)

 526 total views

Facebook Comments