Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Askam: Guru Harus Menjemput Perubahan

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Maluku Tengah. Dalam rangka meningkatkan kinerja guru,  untuk mewujudkan kualitas peserta didik di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), maka kegiatan Rolling Taecher sebagai langka terobosan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Malteng . Rolling Taecher atau roling kerja guru,  dibawah pengawasan kelompok kerja kepala sekolah (K3S), yang pelaksanaannya diawali dari Korwil Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Kota Masohi.

Kegiatan Rolling Taecher dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) Malteng DR. Askam Tuasikal, SE. Ak. MM. Sabtu, (1/2/2020), dipusatkan di Lapangan Olah Raga Sekolah Dasar (SD)  Negeri 5 Masohi. Kegiatan diikuti oleh seluruh kepala sekolah (Kepsek)  dan guru untuk SD, MI baik negeri maupun swasta Se-Kota Masohi.

Dalam sabutannya,  Kadisbud Malteng DR. Askam  Tuasikal,SE.Ak.MM. Mengatakan bahwa,  kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah, yang mana Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah meluncurkan lonsurkan bahwa di tahun 2020 guru merdeka mengajar dan belajar dalam menuntun peserta didik.

“Sesuai program kementrian,  tahun 2020, guru merdeka mengajar, guru bukan hanya menunggu tetapi guru harus menjemput perubahan untuk peserta didik dilingkungan mengajar. Dilingkungan. Apalagi kementrian akan memberlakuka Rencana Program Pengajaran (RPP) yang tadinya 20 halaman, akan menjadi satu lembar, sehingga guru harus siap,” tegasnya.

Terkiat dengan itu kata Tuasikal,  nantinya dinas akan melakukan pelatihan dan pendidikan untuk mereduksi dari RPP 20 halaman ke satu halaman. Untuk itu, kita sambut program pemerintah dan hal ini harus didukung oleh seluruh guru.

“Untuk pola penilayan dikembalikan kepada guru dan Ujian nasional kita serahkan ke sekolah masing-masing. Sebab sekolah yang mengetahui akan kompetnsi anak didiknya, pemerntah hanya memberikan dukungan untuk bisa menjemput dan menggali potensi peserta didiknya, ” ujarnya.

Untuk itu dirinya mengingatkan agar guru jangan terpaku hanya pada buku yang disediakan pemerintah.Tapi harus membuat terobosan dengan melahirkan ide atau gagasan untuk menggali dan mendorong ide dari peserta didik untuk mengeluarkan potensinya. Dan ini yang dititipkan kementrian kepada kita dalam mendidik.

“Ingat,  kita bukan mengejar setoran, guru jaman nao ini,  guru bisa memberdayakan diri sendiri dan memberdayakan peserta didik untuk mengeluarkan potesninya dengan cerdas didepan umum. Dulu siswa mau mengeluarkan pendapat ditekan,  sekarang tidak,  mereka harus merdeka belajar,  sesuai ketentuan yang berlaku. Namun bukan merdeka segalanya tatapi merdeka berbudaya, ini yang harus kita bangun secara bersama dan kita semua harus saling mengoreksi karena pendidikan itu amanah,” ingatnya. (LN)

 183 total views

Facebook Comments