Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

H. Darwis Moridu, Bupati “Paket C” Rasa Profesor

” Pemimpin Tak Lahir Karena Ijasah, Tapi Oleh Kerja Keras dan Kepedulian Yang Terus Diasah”  – Najwa Shihab

 

Faktanews.com (Tajuk) – Ada Sesuatu yang sangat luar biasa dari sambutan Bupati Kabupaten Boalemo H. Darwis Moridu, sesaat setelah melantik sejumlah pejabat dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Boalemo, Senin (20/1).

Nuansa yang berbeda tergambarkan dari setiap untaian kata dalam sambutan yang berlangsung kurang lebih Satu jam itu, membuat sosok yang berlatar belakang sebagai pengusaha Ini menggunakan konsep Restu Alam hingga menghasilkan kolaborasi gagasan dan ketegasan dalam menjalankan roda pemerintahannya bersama Ir. Anas Jusuf.

Bupati Darwis menolak untuk takluk kepada system pemerintahan yang dirasanya tidak berpihak kepada rakyat. Bahkan seperti yang kita ketahui, Pria yang dijuluki Panglima Petani ini secara terbuka tegas menindaki pejabat dan ASN yang dirasanya tidak seiring sejalan didalam menjabarkan 14 Program pemerintahan Damai.

Dalam sambutan setelah melantik sejumlah pejabat eselon I,II dan III itu, Bupati Darwis kembali menegaskan atas sangsi yang akan diterima oleh setiap ASN yang tak mau bekerja maksimal dalam pelayanan terhadap masyarakat. Tak segan pula dirinya memberikan sangsi non job, sekalipun itu adalah keluarganya sendiri.

Untuk menolak takluk dari system yang sudah jalan dan bahkan saat ini banyak digunakan disetiap daerah serta kembali menegaskan rasa bertanggung jawab atas pengabdian terhadap daerah dan masyarakat, Oleh Bupati Darwis Moridu yang notabene dilahirkan dari proses independen itu “memaksa” kepada setiap pejabat yang baru saja dilantik tersebut untuk menandatangani pakta integritas yang isinya berjumlah 15 point. Hal ini dirasa sangat unik, karena sangsinya sangat berat yakni non job jika tak mematuhi atau lalai menjalankan seluruh komitmen yang terurai.

Bupati H. Darwis Moridu dan Wakil Bupati Ir. H. Anas Jusuf, saat berpose dengan pejabat pemda Kabupaten Boalemo yang baru saja dilantik, (Senin (20/1))

Bupati Darwis menjelaskan bahwa tujuan penandatanganan pakta integritas tersebut adalah sebagai upaya mewujudkan rasa disiplin dari para pejabat untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat agar bisa lebih maksimal. Sebagai contoh, Bupati Darwis mengurai maksud dari beberapa poin yang dimaktub pada pakta integritas tersebut, diantaranya adalah suami atau istri dari pejabat dilarang ikut campur pada tugas kedinasan yang kemudian oleh pria yang dikenal dengan sapaan Darem itu langsung menon job oknum tersebut dan harus mengaktifkan telepon genggam selama 1x 24 jam.  Bahkan oleh darem sangsi tegas tidak harus berlaku pada 15 point tersebut, melanggar 1 point saja, langsung ditindaki secara tegas.

“ Hati – hati ketika saya coba pada pukul sebelas atau dua belas malam dan didapati tidak aktif, maka saya perintahkan BKD untuk mengambil kesimpulan agar besoknya di non job. Ini bukan untuk kepentingan saya atau wakil bupati, tujuannya adalah ketika masyarakat membutuhkan pelayanan pada ketika diwaktu – waktu tertentu maka harus aktif untuk memberikan pelayanan itu. Saya tegas bukan untuk kepentingan saya atau wakil bupati, bukan seperti didaerah – daerah lain saat memutasi,” Tegas Darem saat itu.

Disamping itu, dalam sejarah pemerintahan di Kabupaten Boalemo dan bahkan di Republik Ini, Darem yang berijasahkan paket C mampu meningkatkan kesejahteraan dari para ASN dengan menaikkan tunjangan kinerja daerah (TKD) sebesar 50%. Oleh Darem, itu adalah sebuah gebrakan didalam meningkatkan pelayanan yang dimaksud. Bahkan kedepannya darem berjanji untuk mengurangi non job, namun akan menelanjangi pejabat yang tak disiplin dengan meniadakan perjalanan dinas dan mencabut TKD apabila tidak sepakat dengan misinya dalam memerintah.

Kemauan untuk belajar dari setiap kejadian, menjadikan Darem selalu mengambil pengalaman untuk kemudian diaplikasikan dalam kesehariannya. Belajar dari hal tersebut, darem pun mengingatkan kepada setiap ASN baik Kepala Dinas/Badan maupun sebaliknya untuk saling menghormati dan meningkatkan komunikasi yang positif antar sesama juga wajib diterapkan agar persatuan antar sesama bisa terus terjaga yang tentunya berujung pada peningkatan kinerja.

“ Jadi dalam keseharian, tolong hilangkan iri hati. Coba jadikan kelebihan dari orang lain itu menjadi motivasi yang positif, agar berpengaruh pada peningkatan kinerja untuk kesejahteraan masyarakat . Karena kita semua disini termasuk saya adalah orang boalemo, Komunikasi harus kita tingkatkan, agar supaya budaya tutuhiya (Saling menjatuhkan) dan mohihiya (Iri Hati) ini lenyap dari diri kita,” ungkap pria asal Desa Kotaraja Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo itu.

Sikap yang tergambarkan diatas, tentu menjadikan contoh bahwa pendidikan bukanlah sebuah hal yang mutlak untuk bisa dibanggakan oleh setiap pemimpin. Deretan gelar dan penghargaan tentu harus dibarengi dengan keinginan kuat dengan niatan yang suci dan ikhlas. H. Darwis Moridu saat ini telah menunjukan bahwa sifat keras dan disiplin yang sejatinya dimiliki oleh setiap pengusaha, terpatri dari bupati fenomenal yang secara nyata telah berhasil menyabet gelar WTP Dua kali secara berturut – turut di dua tahun lebih kepemimpinannya. Sehingganya hal ini, menjadi salah satu poin yang patut dicontohi oleh setiap pemimpin sebab itu juga telah dibuktikan oleh mantan Bupati Gorontalo Alm. Achmad Pakaya, dalam membangun Kabupaten Gorontalo yang saat ini terkenal atas Menara Eiffel nya Gorontalo itu.

Semoga kesehatan yang walafiat selalu diberikan oleh Sang Kholik kepada setiap pemimpin di Gorontalo, atas dasar kemauan serta keinginan dalam mensejahterakan masyarakatnya. Dan semoga dimomentum hari patriotik ini, kita semua dapat meneruskan niat suci dan semangat perjuangan dari para pahlawan yang secara sukarela dan mengorbankan nyawa demi membebaskan rakyat Gorontalo dari penjajahan kala itu. (***)

 

Editor : Jeffry As. Rumampuk

 1,701 total views

Facebook Comments