Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Datangi SMAN 1 Masohi, KAMMI Malteng Desak Oknum Guru Dipindahkan

Terkait Larangan Siswa Ikut Maulid Nabi

Faktanews.Com (Daerah) – Kabupaten Maluku Tengah, Buntut dari sikap arogan, tidak memiliki rasa nasionalisme,  salah satu oknum guru Sekolah Menengah Atas Negeri Satu (SMAN 1) Masohi Martinus Nanlohi, S.Pd. M. Pd. Seenaknya melarang siswa-siswnya untuk tidak mengikiti kegiatan ekstra kulikuler perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang digelar Osis SMAN Masohi beberapa waktu lalu.

Oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)  Kabupaten Maluku Tengah,  mengambil sikap dengan mendatangi SMA 1 Masohi. Ketua KAMMI Erwin Tabang dengan 12 Orang pengurusnya, diterima Kepala Sekolah (Kepsek)  Drs. Jusuf Tuaewa,M.Pd ,dan Wakasek Kesiswaan Edi Luturmas, S.Pd, di ruang kerjanya, Sabtu,  11/1/2020. Dihadapan Kepsek dan Wakasek kesiswaan,  KAMMI Malteng meminta penjelasan tegas atas sikap arogan oknum guru yang dinilai sudah mencedrai nilai toleransi yang selama ini dibangun di SMAN 1 Masohi,  dan telah melukai hati ummat muslim khususnya siswa-siswi yang beragama  muslim.

“Kami mempertanyakan sikap sekolah terhadap pernyataan larangan oleh oknum guru yang melarang siswa untuk tidak mengikuti kegiatan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar pihak sekolah.. Sebab pernyataan larangan ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai pancasila dan konstitusi negara yakni UUD 1945. Selain itu, telah mencedrai norma kehidupan yakni toleransi antara ummat beragama yang selama ini dipelihara termasuk kita di Maluku dan juga keluarga besar SMAN 1 Masohi.

Kita juga mempertanyakan apa maksud dibalik larangan guru tersebut untuk siswa yang beragama nasrani tidak mengikuti perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sebab kegiatan ekstra kulikuler ini, termasuk perayaan Natak sebagai perekat nilai toleransi antara ummat beragama yang ada di SMAN 1 Masoh, ini perlu ada kejelasan.” tegas tabang.

Selain itu,  dirinya dengan tegas meminta agar oknum guru yang bersangkutan harus dikeluarkan dari SMAN 1 Masohi,  sebab sikapnya telah menggunggu hidup keberagaman yang sudah dibangun  disekolah. Selama ini. Sebab jika guru ini dipelihara maka sudah tentunya akan mengganggu aktifitas yang ada di sekolah,  baik aktifitas sesama guru maupun sesama siswa-siswa akibat ada benih intolerasi yang dihembuskan.

“Agar tidak mengganggu kehidupan toleransi di lingkungan SMAN 1 Masohi,  maka kami dengan tegas meminta kepada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Maluku agar segera mutasi Nanlohi, oknum guru ke sekolah lain atau ke Kantor Korwil Dinas.  Jika tidak maka aktifitas di SMAN 1 Masohi tidak fokus dan Kepsek direpotkan dengan permasalahan ini, ” tegasnya.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut,  pihaknya akan menyurati DiknasBud Provinsi Maluku untuk mempercepat proses mutasi guru tersebut.  Dan jika hal ini tidak disikapi, maka KAMMI Malteng akan mengambil sikap tegas.

“Jika tidak ada sikap tegas DiknasBud Provinsi Maluku,  kami akan turun aksi lapangan dengan melibatkan masa yang lebih besar. Untuk mencegah hal yang tidak baik,  untuk itu pihak dinas haus memperhatikan masalah ini dan mengambil langka tegas,” pintanya.

Kepsek SMAN 1 Masohi Drs.  Jusuf Tuaewa ,M.Pd, Kepada Ketua dan pengurus KAMMI Malteng mengatakan bahwa, sebelum ade-ade datang ke sekolah,  permasalahan ini sudah kami tindaklanjuti dengan membuat laporan ke atas yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DiknasBud)  Provinsi Maluku untuk diketahui dengan harapan permasalahan ini ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku.

“Pihak sekolah tidak mau berlarut dengan permasalahan ini dan tidak mau mengambil resiko, apalagi menyinggung agama tertentu. Hal ini sudah kita laporkan ke dinas,  namun dengan kedatangan ade-ade KAMMI Malteng, maka hal ini bisa lebih jelas,  sehingga bersama-sama kita dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Menurutnya,  selama ini nilai-nilai toleransi antara ummat beragama di sekolah ini berjalan sangat toleran,  dan ini dilakukan oleh seluruh guru dan siswa.  Nilai-nilai ini diwujudkan dalam kegiatan ekstra kulikuler yang selama ini dilakukan yakni,  di saat perayaan hari Natal,  seluruh siswa-siswi muslim diikut sertakan dalam kepanitiaan.  Begitu juga dengan perayaan Maulid Nabi dan Halal Bilhalal,  siswa-siswi yang beragama nasrani ikut dilibaykan dalam kepanitiaan.

“Jadi untuk toleransi,  di SMAN 1 Masohi sangat menjaga dan menjungjung tinggi nilai-nilai toleran,  begitu juga dengan prilaku mendidik, berjalan dengan baik termasuk interaksi sosial sesama dewan guru.  Hanya saja,  prilaku salah satu oknum guru yang terlanjur menyinggung nilai rasa toleran,  ini yang membuat seluruh guru maupun siswa-siswi tersinggung,  entah apa yang melatarbilakanginya menyampaikan ajakan yang tidak toleran itu kepada siswanya,  ini yang pihak sekolah tidak mengetahui itu, ” terangnya.

Terkait dengan sikap sekolah,  lanjut Jusuf,  pihaknya tidak mau mengambil resiko, jika nantinya hal tersebut mengganggu hubungan toleran dilingkungan sekolah. Untuk itu,  pihaknya sudah melaporkan dan menyurati kepada DiknasBud Provinsi Maluku untuk mengambil tindakan sesuai dengan prosudur yang berlaku.

“Sebab sebagai seorang pendidik, tidak pantas mengeluarkan pernyataannya yang menyinggung perasaan ummat lain,  sementara kita sedang berusaha terus agar peserta didik benar-benar  tertanam nilai-nilai toleransi beragama. Kami juga mengharapkan kepada adik-adik KAMMI Malteng untuk dapat menyurati pihak DiknasBud Provinsi Maluku untuk dapat menyikapi hal tersebut, ” harapnya. (Uchan)

82 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments