Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Bumdes Sering Bermasalah, Ulkia Kiu : Kami Tidak Akan Menyetujui Penyertaan Modal Yang Tidak Maksimal

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Boalemo, Persoalan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di kabupaten Boalemo seperti tidak ada habisnya. Pasalnya Bumdes yang seharusnya bisa membantu untuk kesejahteraan masyarakat desa, dan juga sebagai badan usaha yang dapat menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes), malah menjadi persoalan yang sering di laporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) karena pengurus Bumdes yang salah dalam pengelolaan dana Bumdes.

Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Boalemo Ulkia Kiu, mengatakan bahwa sudah melakukan evaluasi terhadap Bumdes dan hasilnya tidak optimal dalam pengelolaan Bumdes.

” Kita sudah melakukan evaluasi, dan secara keseluruhan Bumdes ini belum berbanding lurus dengan hasil yang di harapkan. Karena terbukti masih banyak Bumdes yang belum mampu mengembalikan modal awal, ” Ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Bumdes di tahun 2020 untuk lebih di maksimalkan dalam pengelolaannya.

” Di tahun 2020 ini kemungkinan kami akan menilai mana Bumdes yang benar-benar mempunyai prospek, jika tidak kami akan pending penyertaan modal selanjutnya sembil menunggu mereka memaksimalkan perencanaan awal, ” Tuturnya.

Dari hasil temuan Dinas Sosial PMD kata Ulkia, ada beberapa Bumdes yang nanti ada kemungkinan di berikan rekomendasi untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan Bumdes.

” Jadi kami tegaskan, tidak akan menyetujui penyertaan modal untuk usaha Bumdes yang benar-benar belum memiliki hasil atau belum maksimal dalam pengelolaan dana Bumdes, ” Tegasnya.

Sementara itu, Arfan Entengo selaku Tenaga Ahli bidang Pengembangan Ekonomi Desa kabupaten Boalemo menyampaikan bahwa persoalan Bumdes tidak hanya di kabupaten Boalemo, tetapi sudah menjadi persoalan di Indonesia.

” Bumdes ini memang bukan hanya jadi keresahan kita, tapi sudah dari Presiden, dan harus kita akui bahwa awal pembentukan ini sudah salah karena tidak ada perencanaan yang keliru dan tidak ada analisa usaha, ” Jelasnya.

Dia juga menambahkan bahwa tidak sedikit juga Bumdes yang sudah berhasil dan bisa menjadi rujukan Bumdes-bumdes lainnya.

” Tetapi tidak semua Bumdes yang bermasalah, ada juga Bumdes yang sudah mulai bagus pengelolaannya, seperti Bumdes Desa keramat dengan tambak ikannya, Bumdes desa Tenilo, dan beberapa Bumdes yang lain, yang sudah bisa menjadi rujukan, ” Tukasnya. (FN12) 

551 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Facebook Comments