Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

10 Kursi Golkar untuk Siapa?

Faktanews.com (Tajuk) – Kabupaten Pohuwato, Euforia kemenangan partai Golkar Pohuwato pada Pileg 2019 kini berganti kegalauan. Bagaimana tidak, partai berlambang beringin itu hingga kini belum bisa memastikan siapa calon bupati dan calon wakil bupati yang akan mereka usung pada Pilkada 2020 nanti.

Banyak pilihan kader yang bisa diusung pada Pilkada, akan tetapi belum ada kejelasan hingga saat ini. Tentang siapa yang pantas menerima tongkat estapet dari sang nahkoda.

Kondisi ini diperparah dengan satu gerakan politik pasti dari partai Gerindra yang secara mengejutkan menduetkan ketua DPC Pohuwato Syaiful Mbuinga, dengan Suharsi Igirisa, yang tidak lain adalah kader partai Golkar. Duet timur-barat ini dengan cepat diketahui masyarakat hingga ke segala penjuru, dengan sebutan SMS (Saipul-Suharsi). Dimana-mana, baliho mereka sudah terpasang, bahkan di penghujung tahun 2019 pasangan SMS menggelar hiburan rakyat dengan cukup megahnya.

Bagaimana dengan Golkar?

Partai pemilik 10 kursi parlemen Pohuwato itu semakin terkatung-katung. Arah politik mereka makin tak jelas. Dengan menunjukan sikap yang seolah tengah mempersiapkan strategi jitu ataupun kejutan hebat. Namun tetap saja, rasa kepanikan pun tak bisa mereka sembunyikan dari mata publik.

Sempat mereka mencoba menduetkan salah satu kader terbaiknya, Iwan Adam dengan Jeanette Puspa Dewi Mbuinga Kilapong, untuk meredupkan pasangan SMS yang kian populer di masyarakat. Namun paket ini dengan halus namun tegas ditolak oleh ketua DPD II mereka sendiri. Di depan awak media Syarif Mbuinga mengatakan bahwa dirinya bersama sang istri, Jeanette, telah punya komitmen kuat. Dimana ia fokus mengurus politik, dan ibu Jeanette fokus mengurus rumah tangga. Meski demikian para kader Golkar tetap saja bersikukuh untuk menduetkan Iwan-Jeanette, dengan jargon “So Ini Dia”.

Bukan menjadi kejutan, malah kepanikan. Itulah kesan dan gambaran tentang partai Golkar. Ketika mereka menunjukkan sikap ngototnya untuk duet Iwan-Jeanette yang sudah jelas tak direstui.

Kini waktu pendaftaran calon bupati dan wakil bupati sudah dekat. Golkar dengan kekuatan besarnya tak mampu menunjukkan kepercayaan diri serta kebesaran hatinya. Gengsi, untuk merestui kadernya menjadi “papan dua”, namun tak berani mengambil langkah tegas untuk “naik panggung” secara mandiri.

Di sisi lain, Suharsi dengan tegas mengatakan tidak ingin keluar dari partai Golkar. Akan tetapi kader Golkar mendesak agar Suharsi segera dipecat dari partai yang sudah 25 tahun bersamanya itu. Bagi Suharsi ini memang tidak adil, tapi bagi kader Golkar Suharsi dianggap telah membangkang.

Sekarang keputusan ada di tangan para petinggi partai. Apakah itu petinggi partai yang ada di pusat, atau malah dikembalikan lagi kepada pimpinan partai yang ada di daerah. Entah itu Ketua DPD I, Rusli Habibie, ataukah ketua DPD II, Syarif Mbuinga, yang tidak lain adalah adik kandungnya Saipul Mbuinga. Hanya mereka yang bisa menjawab pertanyaan besar itu. Kepada siapa 10 kursi partai Golkar dipersembahkan?

Editor : Jhojo Rumampuk

304 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments