Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Soal Hutang Pembangunan SCL, David Bobihoe : Itu Boomerang, Memang Dia Yakin Terpilih Lagi

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Gorontalo, Tidak diusulkannya pinjaman pembangunan Shopping Center Limboto (SCL) oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo pada APBD tahun Anggaran 2020 mendapat tanggapan dari mantan Bupati Gorontalo 2 periode David Bobihoe Akib.

David Bobihoe Akib yang ditemui usai pelaksanaan Dialog Interaktif hasil muhibah Rachmad Gobel bersama tim, mengatakan bahwa pembangunan SCL harus ada pada cantolan anggaran APBD 2020. Bahkan respon terkait pernyataan Wakil Ketua DPRD Irwan Dai yang menyebutkan persetujuan DPRD terkait usulan pinjaman adalah hutang administrasi pun dianggapi dingin.

“ Tidak Boleh, Misalnya dia meminjam Rp. 40 Miliar berarti dia harus masuk (anggaran) 2020 ini, dimana cantolannya kalau tidak disetujui. Tidak ada hutang administrasi, masa ada hutang administrasi. Dibahas, tapi persetujunnya harus dianggaran 2020 jadi harus disetujui di APBD 2020. Bagaimana sudah direncanakan masuk lantas tidak ada cantolannya, perdanya tidak ada,” Jelas David.

Menyinggung kembali pembangunan SCL yang tidak diusulkan oleh Pemda Kabgor, David menyebutkan itu tidak boleh dibangun. David mencontohkan diakhir masa pemerintahannya dulu, dirinya menolak pinjaman dari PPIP dengan jumlah RP. 50 Miliar namun tidak diambil sebab hal itu terjadi di akhir masa jabatannya.

“ Tidak bisa dianggarkan kalau di ABPD seperti itu, Saya (dulu) akhir jabatan dapat RP. 50 Miliar dari Pusat PPIP. Saya tidak ambil karena saya takut membebani Pemerintahan selanjutnya, dan kalau itu kita lakukan berarti ada peningkatan pungutan restribusi, (Itu) beban rakyat karena Pemerintah tidak bisa mengambil untung, Pemerintah itu melayani kalau sudah meminjam berarti sudah ada kewajiban, siapa yang tanggung…??? rakyat yang tanggung, oleh karena itu hindari pinjaman-pinjaman seperti itu,” Kata David.

Dalam rangka menghadapi tahun politik, David menyarankan agar Pemerintah daerah mengurangi bantuan-bantuan sosial. Dirinya pun meminta PERS dan LSM untuk mengawasi hal yang dianggap dapat menjadi kecuranga petanaha dalam mengikuti kontestasi Pilkada Kabgor 2020.

“ Dulu saja APBD dibawah Rp. 1 Triliun, bisa melakukan hal-hal yang strategis sehingga perlu ada pengorbanan. Dalam rangka tahun politik, kurangi bantuan-bantuan  sosial dan itu tidak boleh karena itu akan diawasi oleh KPK. Orang mungkin menduga bahwa ketidakmampuan Pemerintah Daerah dalam membangun Shopping Center melalui pinjaman, itu karena diakibatkan dana ini digunakan untuk bantuan sosial dalam rangka tahun politik, ini tidak boleh karena itu Pers dan LSM harus mengawasi,” Tambah David.

David meyakinkan untuk anggaran pembangunan SCL tidak perlu dilakukan pinjaman, sebab menurutnya hal tersebut membebani  Pemerintahan yang akan datang dan membebani rakyat.

“ Saya kira bisa melakukan pembangunan Shopping Center kalau komitmennya ada dengan dana sendiri, tidak harus meminjam karena itu membebani Pemerintahan yang akan datang dan membebani rakyat. Apakah beliau yakin bahwa 5 Tahun kedepan beliau lagi yang bupati, jangan sampai itu tidak akan terjadi dan itu menjadi boomerang untuk Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Lihat surveynya, elektabilitas incumbent itu harus diatas 50% dan sekarang beliau itu dibawah 50%, saya ragu,” Tegas David. (fn 02)

 621 total views

Facebook Comments