Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Akhir Tahun 2019 Dan Refleksi Tiga Tahun Pemerintahan DAMAI

Faktanews.com (Tajuk) – Kabupaten Boalemo, Pada awal tahun 2017 lalu, masyarakat Boalemo masih teringat akan sebuah sejarah atas kemenangan Pasangan DAMAI. Bagaimana tidak? Pasangan yang melalui jalur Independen ini sanggup mendominasi perolehan suara dari 3 Paslon yang bertarung.

Darwis Moridu, yang notabenenya tidak berlatar belakang politik ini, mampu meraih 60,30% suara yang jika dikonvensikan sebanyak 48.900 jiwa dibanding dengan lawanya yang hanya memperoleh 39,70% atau hanya sekitar 32.259 jiwa.

Meskipun banyak yang menilai bahwasanya kemenangan dari pasangan DAMAI ini hanyalah sebuah ‘Kecelakaan Politik’, dikarenakan paslon kuat dari Petahana ‘PAHAM’ yang diusung dan didukung oleh seluruh partai politik itu terpaksa harus dicoret karena diduga kuat telah melakukan sebuah pelanggaran yang sangat jelas. Namun demikian, tidak menutup harapan Darwis dan Anas untuk ‘Berbuat’ demi Kabupaten Boalemo.

Damai yang telah melakukan rekapitulasi awal dengan hasil yang sudah sangat menggembirakan, lantas membuat mereka pun tumpah ke jalan-jalan melakukan konvoi berjalan kaki mengelilinggi Kota Tilamuta. Sungguh hari yang sangat sulit untuk dilupakan. Eitss!!, ini hanyalah sebuah flashback dari awal skenario Pemerintahan DAMAI 3 tahun yang lalu.

Pada tanggal 25 Mei 2017 pasangan Darwis Moridu dan Anas Jusuf, resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boalemo masa bakti 2017-2022. Sebelumnya, pada tanggal 23 Mei, DPRD Boalemo menggelar Paripurna Istimewa dalam rangka penyampaian Pidato Sambutan Bupati Terpilih Kabupaten Boalemo yang dalam sambutanya Bupati Darwis mengungkapkan bahwa di bawah kepemimpinannya, daerah ini akan menancapkan slogan pembangunan “Boalemo Damai Bertasbih”.

3 Tahun berlalu, Kabupaten Boalemo, di bawah nahkoda dari pasangan Darwis Moridu dan Anas Jusuf (DAMAI) nampaknya masih belum menemukan performa terbaik dalam rangka realisasi 14 program unggulan yang ‘katanya’ demi kesejahteraan masyarakat Boalemo.

Sederet Prestasi hingga Permasalahan yang pernah ditorehkan oleh pasangan ini, nampaknya bisa dijadikan suatu alat ukur dari Perkembangan Kabupaten Boalemo dibawah pemerintahan Damai, atau malah mengalami kemerosotan?.

Sebagaimana kita ketahui bersama, Kabupaten Boalemo dibawah kepemimpinan DAMAI sepanjang 2017 hingga 2019 telah berhasil menorehkan berbagai prestasi. Dari mencetak Hat-trick pada peraihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh BPK RI, 2 penghargaan Treassury Award dalam 2 tahun beruntun, Penghargaan dari Bappenas tentang Peningkatan Iklim Investasi & Pengembangan Ekonomi Lokal tahun 2018, dan yang terakhir mampu meloloskan Pantai Ratu Tenilo masuk dalam 10 besar kategori Desa Wisata Berkembang.

Dari sederet prestasi yang ditorehkan itu, bisa kita lihat bersama bahwasanya tiada satupun yang bisa dijadikan suatu representasi dari keberhasilan implementasi 14 program unggulan pasangan DAMAI.

Kita sebut saja salah satu Program unggulannya yakni Memberikan benih dan pupuk gratis serta membuka akses jalan usaha tani. Yang sesuai dengan realitanya, masih banyak yang kacau, bahkan tidak tepat sasaran. Bahkan bibit dan pupuk yang harusnya gratis, masyarakat masih dipaksa untuk membayar.
Tidak hanya sampai disitu, gagal panen yang dialami oleh para petani di Kabupaten Boalemo juga bisa dibilang bahwa progam unggulan satu ini masih jauh dari kata berhasil. Maka atas dasar inilah Pemerintah Kabupaten Boalemo menggelontorkan dana fantastis hingga mencapai angka 71 Miliar dalam bidang pertanian melalui APBD 2020 yang menuai pro-kontra itu. Oleh karenanya saya menilai bahwa pemerintah kabupaten Boalemo mengakui Ketidak-berhasilanya dalam program ini hingga menggelontorkan dana fantastis tersebut.

Selain beberapa program gratis, Pemerintahan DAMAI juga membuat sejumlah program populis. Diantaranya ialah menaikkan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) TKD PNS dan tenaga honorer sebanyak 50 persen. Konon katanya, setelah berlakunya program ini, Perombakan kabinet di tubuh pemerintahan Darwis Anas sering terjadi. Bahkan Berjalan tiga tahun kepemimpinan Darwis Anas, Mutasi hingga Nonjob hampir sering di lakukan atas dasar loyalitas dan Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Bahkan, pada bulan September lalu, setidaknya ada 2 kali rotasi jabatan yang dilakukan oleh Darwis-Anas. Hal ini tentu menyebabkan Pemerintahan yang dijalankan dinilai semakin kacau, dan tak tentu arah dikarenakan orang-orang yang kompeten di bidangnya harus dikeluarkan. Bahkan, selama masa kepemimpinanya, Bupati Darwis Lebih dikenal sebagai Panglima Mutasi daripada Panglima Petani.

Belum lagi dengan kemiskinan yang kemarin sempat di-amini oleh jajaran OPD. Yang mana, sesuai dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Boalemo. Capaian presentase angka kemiskinan Boalemo berdasarkan data BPS tahun 2019 ini menurun menjadi 18,87 persen. Bahkan, presentasi penduduk miskin Boalemo menurun jauh dibandingkan tahun 2018 yang dimana penurunannya berada pada 1,46 poin atau 20,33 persen.

Walaupun angka kemiskinan telah menurun secara signifikan di Kabupaten Boalemo, namun realitanya sungguh berbanding jauh. Beberapa hari lalu, saya sempat ditelpon oleh teman saya yang kebetulan anak dari tantenya sekolah di salah satu Sekolah Dasar yang ada di Kabupaten Boalemo. Dirinya menanyakan bahwa mengapa setiap orang tua murid dimintakan uang untuk fotocopy. Padahal, menurutnya urusan pengadaan buku itu dibebankan kepada Dana Bantuan Operasional Sekolah(BOS). Disini kita sudah bisa menilai bahwasanya jikalau angka kemiskinan menurun, tidak ada lagi keluhan-keluhan dari masyarakat. Bahkan untuk keperluan anak mereka sendiri, mereka masih berharap kepada pemerintah.

Lantas, dimana letak kita mengukur kinerja dari Pasangan DAMAI ini. Apakah hanya sekedar ukiran prestasi kemarin yang telah dicetak? Ataukah realisasi 14 program yang hingga saat ini masih menjadi bayangan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Boalemo.

Saya berharap tulisan ini sedikit bisa menjadi bahan refleksi kita khusunya masyarakat Boalemo di akhir tahun 2019.

Oleh: Mohammad Syarief Evansyah
Editor : MN Fadli Thalib

 350 total views

Facebook Comments