Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Satu Aktifis Pohuwato Nyaris Jadi Korban Arogansi Pejabat Polres

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Sangat disayangkan, apa yang dicontohkan oleh Oknum Pejabat Polres Pohuwato tidaklah sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2002 Pasal 1 hingga Pasal 2 telah menjelaskan tentang Tugas Dan Fungsi Kepolisian dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum; dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Sikap arogansi oknum Pejabat Polres Pohuwato tersebut lagi-lagi menambah daftar kesekian kalinya citra Institusi Kepolisian RI khususnya wilayah Polda Gorontalo kembali tercoreng.

Dikutip dari salah satu media online ( bhargonews.com) kejadian bermula dari salah paham di jalan raya. Sang kasat di Polres Pohuwato bersama 3 rekannya mendatangi rumah salah satu aktifis di Pohuwato, Soni Samoe pada Sabtu (8/12/2019), lalu kemudian merusaknya.

“Saat itu saya baru pulang dari Limboto dengan mengendarai mobil bersama istri saya sekitar pukul 19.30 Saat melintas di gunung hati hati, melalui kaca spion saya melihat ada mobil yang sedang melaju di belakang mobil saya, karena kecepatan semakin tinggi dan terlihat mobil tersebut sedang buru-buru, saya memperlambat laju kendaraan saya saat memasuki kawasan lapangan Kecamatan Mananggu, dan memberi kesempatan mobil tersebut mendahului saya” ungkap Sonni.

“Setelah lewat kawasan lapangan Mananggu, terlihat mobil tersebut memperlambat kendaraannya, jadi saya kembali mendahului kendaraan tersebut. Sampai di Kecamatan Paguat saya berpisah jalur di sekitar tugu Desa Sipayo. Saya mengikuti jalur jalan sempit, sampai di simpang tiga sekitar SMA Paguat, ternyata kami bertemu lagi dengan mobil tersebut, dan karena saya sedang buru-buru maka saya menambah kecepatan, hingga akhirnya sayapun mendahului mobil ini, sampai kemudian mobil ini menyalip saya di jalanan sekitar jembatan Maleo dekat Kantor BKSDA. Sesudahnya, mobil kami di cegat, kami pun berhenti ,” urai sonni.

Kejadian selanjutnya beber Sonni, sang oknum Kasat tersebut terlihat turun dari mobil sambil dengan emosi teriak-teriak. “Apa maumu, kamu pikir karena kamu suka demo-demo lalu saya takut. Bila perlu telfon Bupatimu,” ujar Sonni menirukan perkataan sang Kasat.

Melihat situasi yang makin tidak terkendali, Sonni kembali ke dalam mobilnya dan melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Marisa (Ibu Kota Kabupaten Pohuwato). Namun demikian menurut Sonni, mobil tersebut terus membuntutinya. “Sesampainya di rumah, saya menerima telepon dari kader LSM LABRAK bahwa ada oknum polisi yang mencari saya dan marah marah di sekretariat LABRAK. Kejadiannya tidak berhenti sampai disitu. Sang oknum kasat ini menyusul saya ke rumah dan mengajak berkelahi. Tak puas dengan itu, disaksikan 3 rekannya, sang Kasat meluapkan emosinya dengan memukul dinding rumah saya hingga rusak,” terang Sonni.

Caption : Kondisi Rumah Soni Samoe Saat ini

Ditempat terpisah, Senin (9/12/2019), Kapolres Pohuwato, AKBP Teddy Rayendra menyampaikan bahwa, informasi tersebut sudah diterimanya. “Kami sudah diinformasikan. Ini hanya salah paham dan miss komunikasi. Jika ada hal yang kurang berkenan, mohon kami diberi waktu untuk memperbaiki. Skali lagi kami mohonkan maaf jika ada kekeliruan. Namun, hal ini akan kami seriusi,” ujar Kapolres Teddy. (****)

592 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Facebook Comments