Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Diduga, Ada Monopoli Hingga Prostitusi Di Rusun Hulawa Kabupaten Gorontalo

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Gorontalo, Masyarakat Desa Hulawa diresahkan dengan adanya dugaan aktifitas prostitusi di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang berlokasi di Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo. Selain itu, Masalah dugaan monopoli calon penghuni Rusunawa yang dibangun dengan anggaran Rp15 miliar itu turut disuarakan.

Kordinator Divisi LP-KPK Provinsi Gorontalo Yanto Samarang kepada Faktanews mengatakan bahwa pihaknya telah menerima aduan dari masyarakat terkait dengan adanya aktivitas dugaan prostitusi di Rusunawa tersebut. Kata Yanto, laporan itu sudah diterima dan pihaknya akan segera menelusuri laporan itu dan akan meneruskan ke pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo.

” Ada laporan masyarakat soal ladies atau perempuan malam di Rusunawa itu, sehingga kami dalam waktu dekat akan menelusuri Rusunawa itu dan akan melaporkan ke Pemda terkait aktivitas itu,” Jelas Yanto.

Lebih lanjut Yanto menambahkan bahwa hal ini sudah menjadi atensi pihaknya agar dapat menenangkan dan mencegah masyarakat untuk tidak melakukan hal – hal yang tidak diinginkan bersama.

” Ini menjadi atensi kami, sebab kami sudah melihat masyarakat akan mengambil langkahnya sendiri sehingga itu harus dicegah bersama. Belum lagi masalah dugaan monopoli penghuni disitu. Masyarakat di sekitar merasa ada ketidakadilan dari pengelola yang ditunjuk oleh Dinas Perkim terhadap calon penghuni disitu,” Tegas Yanto.

Lebih lanjut Yanto meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo agar bisa mengevaluasi penghuni yang ada di Rusunawa itu, sehingga masyarakat bisa menjadi tenang dan terkendali.

” Kami berharap kepada Pemda Kabupaten Gorontalo untuk sesegera mungkin mengevaluasi penghuni – penghuni yang ada di Rusunawa itu, Sebab kondisi masyarakat sangat tidak menerima desa mereka menjadi tempat prostitusi. Pasti itu bisa membuat mereka tenang,” Harap Yanto.

Pemerintah Desa Hulawa Kecamatan Telaga melalui Pelaksana Tugas Wani mengatakan bahwa pihaknya belum menerima aduan dari masyarakat terkait aktifitas prostitusi yang ada di Rusunawa tersebut.

” Belum pernah pak, kami belum pernah mendengar dan menerima aduan dari masyarakat soal penyelundupan ladies atau perempuan malam itu. Kalau bisa segera laporkan kekami juga dan foto supaya kami juga punya bukti fisik,” Ucap Plt Wani.

Terkait dengan dugaan adanya monopoli calon penghuni di Rusunawa, Plt Wani menyebutkan bahwa pihaknya tidak pernah dikordinasikan oleh pihak pengelola terkait data penghuni. Bahkan kata Plt Wani, pihaknya tinggal menerima hasil dari pengelola soal calon penghuni Rusunawa yang hingga sekarang tidak pernah diberikan ke Pemerintah Desa Hulawa.

” Untuk pengelola Rusun itu pak sudah ditentukan ditingkat atas pak, Kami sudah menerima hasil dari pengelola setelah itu (data penghuni,red) sudah ada, Dinas Perkim yang menangani itu. Pengelola ditunjuk oleh Perkim pak,” Jelas Plt Wani.

Sekertaris Desa Hulawa, Gusty Huda menyampaikan via seluller bahwa sepengetahuannya pengelola diberikan kuasa oleh Dinas Perkim untuk mengisi Rusunawa tersebut. Namun, Pihaknya belum pernah menerima data penghuni rusunawa dari pihak pengelola.

” Kami sudah sampaikan ke Pak Agus sebagai pihak pengelola soal data penghuni Rusunawa itu karena beliau yang ditugaskan oleh Dinas Perkim untuk mengisi hunian itu dari , bahkan kami sudah Dua kali menyurati pihak pengelola namun hingga sekarang belum ada nama-nama itu.” Jelas Gusti.

Lebih lanjut Gusty menjelaskan dari seluruh penghuni Rusunawa itu, hanya Tiga warga Desa Hulawa yang menempati. Selebihnya tidak diketahui sebab datanya ada sama pengelola dan pihak Dinas Perkim.

” Kalau penduduk Desa Hulawa sudah ada datanya, hanya penghuni lainnya sampai dengan hari ini tidak ada dikita,” Jelas Gusty.

Disinggung dugaan adanya aktivitas prostitusi, Gusty menjelaskan dirinya belum mengetahui hal tersebut. Namun, masih berkaitan dengan data penghuni kata Gusty itulah manfaat data tersebut ada di pemerintah Desa sehingga hal – hal yang tidak diinginkan dapat diantisipasi oleh Pemerintah Desa Hulawa.

” Untuk itu jelas belum kami ketahui, Itu sudah kami sampaikan disana karena itu diluar dari jaminan pihak kami apalagi tidak kami tahu. Kami sudah surati, karena jangan sampai terjadi hal-hal yang kalau masyarakat begini dan sebaliknya. Pada prinsipnya kami sudah memberitahukan hal tersdebut,” Tutup Gusty. (fn02)

1,128 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments