Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Sirajudin : Risjon Pejabat Yang Tak Paham Pemerintahan

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Gorontalo, Pemerhati pemerintahan Kabupaten Gorontalo, Sirajudin Hutuba tersenyum miris dengan apa yang disampaikan Risjon Sunge. Menurutnya apa yang dilakukan Kepala Dinas Sosial Provinsi Gorontalo ini seakan mendedikasikan bahwa seorang Risjon, sangat tidak mencerminkan sikap seorang pejabat senior yang memanfaatkan kekuasannya.

Betapa tidak, dari pemasangan baliho-baliho dirinya dikabupaten, tampak jelas beliau menggunakan fasilitas pemerintah, Mobil truck Dinas sosial yang mengangkut baliho sudah viral dimedsos, dan itu Buktinya beliau Tak paham aturan pemerintah.

” Risjon ibaratnya, orang pemerintah yang tak tahu pemerintahan. Dan Ini sungguh lucu,” tegas Sirajudin.

Apalagi pernyatannya yang mengatakan pemerintah tidak terbuka dan seakan menutup pintu bagi calon-calon lainnya, oleh Sirajudin ini pun dianggap lucu.

” Ya, sebab sampai saat ini, Nelson baik selaku Bupati dan pemerintahan tidak menggunakan kapasitasnya untuk menutup calon-calon lain berkompetisi disini. Pak Nelson itu orangnya terbuka, fair-fair saja, silahkan, sepanjang itu pada jalurnya, dipersilahkan,” paparnya.

Apalagi disitu Risjon Hanya mengatakan pemerintah, maka itu menyinggung pemerintah Kabupaten Gorontalo yang didalamnya terdiri dari unsur eksekutif dan DPR.

” ya, karena itu, kita akan berencana menyurat ke Pemerintah Provinsi hingga tembusan ke Kementrian Sosial, akan penggunaan Mobil dinas itu. Kalau perlu kami juga meminta agar Gubernur bersikap, setidaknya Risjon dicopot dari jabatannya. Karena sangat terbukti,” tegas Sirajudin.

Sehingga dari pernyataan Risjon ini, Sirajudin berencana akan menyurat ke Dinas Sosial Provinsi dengan tembusan Kementrian Sosial, bahwa penggunaan fasilitas pemerintah yang dilakukan Risjon itu tidak dibenarkan dalam satu kegiatan politik. Dan buktinya itu Ada, tutup Sirajudin.

Sebelumnya Risjon disalah satu pernyatannya dalam media online lokal mengatakan kehadirannya ditengah masyarakat mulai dibatasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo.

Sementara itu, Risjon Sunge ketika diklarifikasi mengatakan bahwa terkait pemberitaan sebelumnya, dirinya menyebut bahwa hal tersebut adalah sebuah harapan. Dimana saat melakukan kegiatan sosial, Risjon mengaku ada oknum yang melarang pendampingan disaat penyaluran Program Sosial.

” Itu adalah sebuah harapan, jadi harapannya adalah agar Pemda membuka ruang. Karena pada sebuah kegiatan, walaupun ada oknum yang melarang pejabat dibawahnya untuk mendampingi ketika saya menyalurkan program sosial. Bukan berarti Pemda tidak membuka ruang, karena itu harapan saya agar dibuka dari atas hingga ke bawah,” Jawab Risjon. (FN02)

352 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Facebook Comments