Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

David Gusnar Nilai Kepemimpinan Kabgor Kurang Soliditas, Terkait Wacana ASN Di Pilkada

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Gorontalo, Wacana beberapa birokrat senior di lingkup Pemerintahan, yang mulai menunjukan keinginannya untuk maju pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gorontalo mendapat tanggapan berbagai pihak. Pasalnya, wacana tersebut dinilai sebagai sebuah kegagalan membangun system yang soliditas dan solidaritas dikalangan Aparat Sipil Negara.

Mantan Bupati Kabupaten Gorontalo David Bobihoe Akib menjelaskan bahwa dirinya perihatin dengan fenomena dunia perpolitikan yang saat ini terjadi. Kata David, keberadaan zaman yang sudah masuk pada era Demokratisasi serta banyaknya ASN yang muncul sebagai Bakal Calon Bupati yang secara otomatis menunjukan gagalnya pembangunan system birokrasi.

“ Saya perihatin melihat fenomena politik Kabupaten Gorontalo saat ini, walaupun kita berada diera demokratisasi namun munculnya ASN yang melawan Petahana yang notabene bawahannya adalah sebuah petanda buruk dalam proses pemerintahan yang sementara berjalan. Artinya, Petahana tidak mampu membangun system birokrasi yang solid,” Jelas David.

David menambahkan bahwa fenomena ini menggambarkan bahwa ASN sangat mengetahui kelemahan pemimpin sehingga berani Melawan. Menurut David ini adalah sebuah hal yang tak lazim.

“ Dan mereka mengetahui akan kelemahan pemimpinannya, olehnya mereka berani melawan dan ini adalah sesuatu yang tak lazim kalau berpasangan nanti. Yang muncul (saat ini, red) adalah mereka melawan artinya berhentilah pencitraan karena rakyat sudah cerdas, strategi apapun yang dilakukan sekarang akan sia – sia karena image di masyarakat sudah terbangun dengan awal yang sulit untuk mereka lupakan,” Tambah David.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Demokrat Provinsi Gorontalo Ir. Gusnar Ismail kepada Faktanews mengatakan bahwa wacana ASN senior untuk maju di Pilkada Kabgor adalah hak dari setiap warga termasuk ASN. Bahkan kata Gusnar, jika ASN itu menargetkan untuk maju sebagai wakil itu sah untuk mendukung program atasannya sebagai sebuah prioritas, hanya saja jika nilai dari rekam jejak pimpinannya juga bisa menjadi point tersendiri.

“ Kalau Birokrat sudah pensiun maka dia punya hak untuk mengajukan diri sebagai calon, biasanya ASN itu membidik posisi wakil.  Nah, ketika dia membidik posisi wakil pasti yang dia prioritaskan adalah atasannya dengan catatan rekam jejak atasannya juga menjadi point tersendiri. Tentu jika dilihat tidak sesuai harapan, maka mereka mengajukan diri sebagai alternative untuk melawan petahana,” Kata Gusnar.

Mantan Gubernur Gorontalo itu mengungkapkan bahwa ketika petahana yang membangun system soliditas adalah sebuah kewajiban, namun Kata Gusnar ASN juga mempunyai hak sebab kepemimpinan menjadi penilaian tersendiri sebagai sebuah harapan.

“ Itu relative, sebab itu menjadi salah satu kewajiban dari petahana untuk membangun soliditas dan itu benar. Tetapi ASN ini juga mempunyai hak, yah seperti saya bilang tadi bahwa ketika mereka lihat atasannya tidak bisa diharapkan jadi kondisinya seperti ini. Maka, pembinaan soliditas terhadap ASN itu adalah aspek  yang bisa dibenarkan dan kondisinya tidak terbina bagus dan  tentu itu menjadi salah satu bahagian dari nilai petahana yang disukai oleh bawahan,” Ungkap Gusnar. (fn02)

587 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments