Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Pasca RDP Fee Proyek, Ribut Aleg Kunjungi PUPR Kabgor

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Gorontalo, Beredarnya informasi oknum Legislator Menara yang melakukan kunjungan di Kantor Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gorontalo yang viral di group WhatsApp Menara Gagasan, menarik perhatian publik. Pasalnya, Oknum Aleg tersebut diduga melakukan lobi – lobi anggaran, Selasa (12/11).

Hal ini dipandang tidak etis sebab kunjungan tersebut masih dalam situasi ributnya hasil Rapat Dengar Pendapat oleh Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo terkait perkara fee proyek di Dinas PUPR.

 

Dalam percakapan group WhatsApp tersebut menyebutkan bahwa oknum aleg berinisial HK  alias Hamka meminta tambahan anggaran untuk proyek jalan lingkar tilango untuk Tahun Anggaran 2020. Terungkap dalam pertemuan tersebut, Sang Aleg meminta tambahan anggaran untuk menggenapkan anggaran pembangunan pekerjaan Tahun 2020 nanti.

Komentar Akun WA Ufan Bobihoe di Group WA Menara Gagasan pada Selasa 12/11 (pukul 18.24 WITA.)

” Betul kebetulan torang di ruang kadis.. Tiba2 datang aleg dihadapan pa torang langsung bilang… YANG ANGGARAN 2 MILYAR diminta aleg supaya di kasih pas Rp. 3 milyar.. Kita jadi kaget kok (Ada) anggota DPRD cuma loby ke kadis PU… Mohon aleg yg membaca ini dijlskan apa bisa seperti itu..???” Ungkap Akun WA Ufan Bobihoe di Group WA Menara Gagasan pada pukul 18.24 WITA.

Sementara itu, pada berkembangnya percakapan dalam group WhatsApp Menara Gagasan, salah satu Aleg DPRD Kabgor Iskandar Mangopa menanggapi kunjungan Aleg Komisi III yang dianggap melakukan kunjungan balasan pasca RDP fee proyek ribut.

” Saya tertarik dengan angka 2 miliar yang disebut oleh pak hj opan. dan kalau pak haji disitu tolong diperjelas pembicaraanx seperti apa. jangan sampai pembicaraan lepas yang mungkin masih masuk dalam kategori gurauan. Karena sudah keterlaluan anggota DPRD kalau mainannya sudah seperti itu.” Jelas Iskandar Mangopa dalam komentarnya.

Bahkan oleh Iskandar dalam komentar selanjutnya, menyebutkan bahwa dalam situasi pasca RDP perkara fee proyek, sangatlah tidak elok seorang Anggota DPRD melakukan kunjungan balasan.

” Cuma baku sedu itu, mana mungkin anggaran 3 miliar cuma kadis dgn 1 orang aleg yang menentukan. dan kalaupun itu serius mana mungkin ada pak haji lalu dia bicara bgitu…cm memang yang tdk eloknya situasi bgini baru melakukan kunjungan balasan. saya 10 tahun dikomisi 3 tidak pernah tau disebelah mana ruangannya kadis dan saya juga berusaha untuk tidak mocari tau. karena kita diberi ruang masing2 jika kadis dibutuhkn maka DPR ada ruang untuk mengundang dia ke kantor.” Ungkap Iskandar pada pukul 19.50 WITA.

Iskandar menambahkan bahwa hal yang dilakukan oleh Aleg itu hanya memastikan pekerjaan yang sebelumnya telah menjadi aspirasi di daerah pemilihannya. Kata Iskandar, pekerjaan tersebut sudah tercover namun  tidak sesuai dengan permohonannya.

” Pak Hamka itu hanya memastikan jalan didapilnya dia sudah masuk atau belum, ternyata sudah masuk tapi tidak sesuai dengan yang dikerjakan ternyata masih kurang. Dan memutuskan anggaran itu TAPD dengan banggar DPRD. Tapi mmang tidak elok jika aleg juga datang di PU untuk cari tau mata anggaran.” tambah Iskandar.

Dalam klarifikasinya, Hamka Pakaja mengatakan bahwa kunjungan di Kantor PUPR Kabupaten Gorontalo tidak ada hubungannya dengan urusan pribadi ataupun mencari pekerjaan (proyek). Kata Hamka, dirinya hanya mengkroscek usulan pekerjaan Jalan Lingkar Tilango yang menjadi aspirasi dari warga kecamatan Tilango.

” Kedatangan saya di PU tidak ada hubungannya dengan proyek atau saya mencari cari proyek disitu, saya hanya mengecek usulan saya yakni pekerjaan Jalan Lingkar Tilango sebab itu adalah aspirasi dari warga kecamatan Tilango kepada saya,” Jawab Hamka.

Hamka menambahkan bahwa hal tersebut diungkapkan dihadapan tamu Kepala Dinas PUPR sebab hal tersebut bukan masalah pribadi.

” Sengaja Saya masuk, supaya jangan jadi fitnah lagi. sengaja saya ungkapkan dihadapan mereka berdua bahwa kedatangan saya hanya mengecek. Apakah ada itu Pak Kadis, terus dijawab ada. saya tanya berapa itu, Jawab pak kadis sekitar Rp. 2 Miliar. Saya pun menjawab kalau cuma Rp. 2 Miliar itu tidak tuntas, saya bilang harus Rp. 3 Miliar.  Dia bilang nanti bapak mainkan disana, di DPRD. Kan mau pembahasan, Pak kadis bilang nanti disana (di DPRD) saja. jadi cuma sampai begitu.” Tambah Hamka.

Aleg DPRD Kabupaten Gorontalo, Hamka Pakaja

Hamka menegaskan bahwa kedatangan dirinya di Kantor PUPR tersebut tidak ada hubungannya dengan kedatangan dua tamu sebelumnya. menurut Hamka, ketika selesai dirinya mengungkapkan maksudnya, dirinya pun hanya mendengarkan lanjutan percakapan antara tamu sebelumnya dengan Kadis Syamsul Bacharudin.

” Saya tinggal dengar apa yang menjadi permasalahan mereka mengenai air mancur. jadi pas saya masuk mereka sementara membicarakan masalah itu, saya masuk langsung menanyakan mengenai aspirasi itu (Jalan Lingkar Tilango,red). Terakhir, ketika mereka pulang, sayapun pulang dan itu sekitar pukul 17.00 WITA. jadi saya tidak menunggu mereka pulang baru saya bicara, intinya mereka pulang sayapun pulang,” Tutup Hamka.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gorontalo Syamsul  Baharudin belum merespon pesan WhatsAppnya.(FN02)

 489 total views

Facebook Comments