Soal Indeks Kepuasan Publik, Statement Jubir Kabgor Dianggap Mimpi

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Gorontalo, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) adalah data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat yang diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif dan kualitatif atas pendapat masyarakat dalam memperoleh pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik dengan membandingkan antara harapan dan kebutuhannya. Tentunya hasil survey ini juga bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja unit pelayanan secara berkala sebagai bahan untuk menetapkan kebijakan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik pada proses penyelenggaraan Pemerintah baik ditingkat Daerah hingga Nasional.

Seperti diketahui, pengukuran kepuasan merupakan elemen penting dalam proses evaluasi kinerja dimana tujuan akhir yang hendak dicapai adalah menyediakan pelayanan yang lebih baik, lebih efisien, dan lebih efektif berbasis dari kebutuhan masyarakat. Dimana, pelayanan dinilai memuaskan bila pelayanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna layanan. Kepuasan masyarakat dapat juga dijadikan acuan bagi berhasil  atau tidaknya pelaksanaan program yang dilaksanakan pada suatu lembaga layanan publik.

Terakit dengan Statement Juru Bicara Bupati Kabupaten Gorontalo Nasir Tongkodu, yang menyebutkan bahwa indeks kepuasan publik terhadap pemerintahan sekarang di atas 80%, dianggap seperti orang bermimpi saat berolah raga. Hal ini dikatakan oleh Budianto Napu, Masyarakat Kabupaten Gorontalo melalui pesan WhatsAppnya kepada Redaksi Faktanews, Senin (11/11).

” Pernyataan indeks kepuasan publik terhadap pemerintahan (Kabupaten Gorontalo,red) sekarang di atas 80% adalah ibarat orang bermimpi saat berolah raga. Bayangkan, kekacauan fee proyek, kegelisahan masayarakat desa yang rela menunggu kedatangan Bupati di acara seremonial dan sering molor sampai 3 hingga 4 jam lamanya, serta fenomena mutasi yang juga sering molor menjadikan ASN tdk lagi konsentrasi untuk bekerja dan jadi uring-uringan.
Jubir Bupati jangan hanya menerima laporan hasil survei. Coba di lihat indikator yang di pakai oleh lembaga survei, Jangan sampai lembaga survei tersebut respondennya adalah mereka penghuni rumah dinas bupati,” Ungkap Budianto Napu.

Budi juga mengatakan hasil survey tersebut tidaklah sesuai dengan fakta dilapangan. Kata Budi, banyak persoalan daerah yang sudah terlanjur diketahui oleh publik juga meningkatnya intensitas politik dalam menghadapi Pilkada Kabupaten Gorontalo, pun menjadi sebuah alasan bahwa Pemerintahan Nelson Pomalingo tidak begitu disukai oleh Masyarakat.

” Bagaimana Jubir mengatakan kepuasan publik di atas 80%, sementara di luar sana banyak masyarakat yang terlanjur mengetahui permasalahan Fee proyek yang merajalela. Bahkan dalam berita yang di muat oleh media online, sang Kadis telah menerima uang ucapan terima kasih dan disusul dengan pertengkaran antara kontraktor. Ini juga yang tersebar luas di media sosial dalam Video berdurasi kurang dari satu menit, di sisi Lain dalam satu tahun menjelang pilkada banyaknya para politisi dan ASN menyatakan siap maju di pilkada kabupaten Gorontalo, sehingga hal ini menandakan bahwa kepuasan publik sudah anjlok,” Tambah Budi (Sapaan Akrabnya).

Hal ini menurut Budi sudah tergambarkan dari statemen atau pernyataan para Ketua Partai Politik, dimana pernyataan tersebut sudah sangat beralasan dan dengan berdasarkan pengalaman masing – masing terkait janji Bupati Nelson Pomalingo kepada mereka.

” Seperti pernyataan ketua-ketua partai. Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Dewan Pembina Partai Hati Nurani rakyat sangat beralasan dan berdasarkan pengalaman mereka masing-masing. Dari janji sebagai wakil bupati dan sebagainya,” Tutup Budi. (FN02)

 567 total views

Leave A Reply