Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Diduga Bermasalah, BUMDes Desa Pentadu Barat Di Laporkan ke Kejaksaan

Faktanews.com Daerah – kabupaten Boalemo, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bahari Desa Pentadu Barat, kecamatan Tilamuta, kabupaten Boalemo diduga bermasalah. Pasalnya BUMDes yang diharapkan masyarakat bisa menopang perekonomian di desa, malah di salah gunakan oleh oknum direktur BUMDes. 

Berdasarkan dari pengakuan salah satu warga Desa Pentadu Barat yang enggan di sebutkan namanya ke tim faktanews kamis (31/10) kemarin, menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan Inspektorat pada hari selasa tanggal 15 Oktober 2019, menemukan adanya penyalahgunaan dana BUMDes Bahari.

” Jadi dari hasil pemeriksaan Inspektorat bulan kemarin pak, ada dana BUMDes sebanyak 143.112.100 juta yang tidak ada pertanggung jawabannya pak, dan ada 98.421.697 juta yang harusnya menjadi saldo milik BUMDes, sudah tidak ada di rekening BUMDes, jadi Direktur BUMDes semacam melakukan laporan pertanggungjawaban fiktif, ” Jelasnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa dalam pelaksanaan BUMDes Bahari tersebut, direktur BUMDes tidak pernah melibatkan bendahara BUMDes.

” Tidak hanya itu pak, bahkan direktur nya tidak pernah melibatkan bendahara BUMDes dalam melakukan penarikan anggran dan pembelanjaan, jadi hanya direktur BUMDes dan Komisaris, sedangkan dalam SOPnya itu bendahara harus dilibatkan. Ini berarti Komisaris sudah menyalahgunakan wewenangnya sebagai Kuasa Pengguna Anggaran, ” Ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa sudah melaporkan persoalan ini ke kejaksaan Negri Boalemo.

kepala Inspektorat kabupaten Boalemo Musafir Bempa, saat di konfirmasi bahwa persoalan tersebut sementara di proses.

” Iya kami pernah melakukan pemeriksaan kepada BUMDes Bahari, dan persoalan itu sementara kami proses, ” Pungkasnya.

Sementara itu kepala Seksi Intel Kejaksaan Negri Boalemo Mulyanto, membenarkan adanya laporan tersebut.

” Iya kami sudah menerima laporan persoalan BUMDes di desa Pentadu Barat,” Jawab Mulyanto.(FN12) 

1,178 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments