Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

” Legalisasi” Porno Aksi Daerah Bertasbih, Apakah Hadiah Ulang Tahun Boalemo Ke-20…???

Oleh  : Man Muhammad / Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Faktanews.com (Tajuk) – Saya tiba-tiba tersedak. Kopi saya sedikit tertumpah membasahi kemeja yang saya gunakan. Video yang diperlihatkan ke saya benar-benar membuat saya kaget. Bukan karena aktor yang berperan di video itu cantik, melainkan latar yang digunakan adalah latar laut dan pantai yang tidak lagi asing buat saya.

Benar, kehadiran video itu membuat geger sebagian besar publik Boalemo pada umumnya, dan saya secara pribadi sebagai masyrakat dibuat terkejut. Video ‘porno’ tersebut beradegan photoshoot dengan model bugil tanpa busana dan diperankan oleh seorang perempuan luar negeri. Video ini menjadi geger di kabupaten Boalemo karena latar yang digunakan adalah pantai Pulo Cinta yang notabenenya adalah destinasi wisata dan menjadi icon Boalemo sebagai kabupaten yang bersemboyan Damai Bertasbih.

Man Muhammad / Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Sebagai icon Boalemo, tentu promosi keberadaan Pulo Cinta di kabupaten Boalemo sangat gencar. Hal ini terlihat dari banyaknya pengunjung yang tidak hanya wisatawan-wisatawan lokal, melainkan juga wisatawan nasional sampai internasional. Artis-artis papan atas pun tak ketinggalan datang untuk berlibur dan mengunjungi Pulo Cinta sebagai tempat liburan keluarga. Di antaranya, Raffi Ahmad, Ayu Dewi dan keluarga, juga Nadine Chandrawinata, mantan Putri Indonesia tahun 2005.

Ketertarikan para wisatawan untuk mengunjungi pantai Pulo Cinta yang terletak di desa Patoameme, kecamatan Botumoito, kabupaten Boalemo, pastinya tidak lepas dari panorama alam yang menawarkan keindahan lautnya yang masih asri. Baik itu dari sisi pemandangan pantainya yang berpasir putih, dan wisata bawah laut yang masih alami. Hal demikian yang akhirnya, menjadikan Pulo Cinta sebagai destinasi wisata daerah dengan nilai tawar tinggi untuk mengenalkan Boalemo di kancah nasional maupun internasional.

Tapi, kemunculan video porno yang beredar luas di masyarakat Boalemo, seakan menjadi ‘boomerang’ buat Boalemo yang bersemboyan Damai Bertasbih. Bukan hanya boomerang di tingkat lokal tapi juga sampai ke tingkat nasional. Semboyan Damai Bertasbih yang sudah melekat erat bersama Boalemo dicoreng oleh sesuatu yang ‘dianggap’ biasa bagi sebagian kalangan. Namun, sungguh sangat tidak biasa jika kita menarik masalah ini jauh ke falsafah hidup tak tertulis masyarakat Gorontalo Adati Hula-Hula’a to Syara’a, Syara’a Hula-Hula’a to Kitabullah (Adat yang bersendikan syariat, syariat berlandaskan Kitabullah –Alquran dan Hadis).

Setiap warga negara memang memiliki hak berekspresi yang dilindungi oleh undang-undang selama tidak bertentangan dengan undang-undang yang lainnya. Tapi, berkaitan dengan video yang sudah beredar di masyarakat luas, menurut saya perlu untuk dilakukan investigasi lebih lanjut, kenapa hal-hal yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai adat, budaya, dan agama bisa terjadi di Boalemo. Banyak hal yang patut dipertanyakan di sini. Mulai dari izin dari Dinas Pariwisata, laporan kepada pemerintah desa setempat, sampai ke pada tembusan terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo.

Akhirnya, pertanyaan-pertanyaan yang berdasar asumsi awal saya pun mungkin bisa kita diskusikan. Dinas Pariwisata, misalnya, bisa berdalih bahwa adegan bugil photoshoot tersebut berada di luar wewenang mereka. Tugas Dinas Pariwisata hanya memberikan izin kepada pemohon jika seandainya permintaan tersebut tidak lari dari administratif pariwisata. Tapi, yang jadi masalah di sini, masa iya Dinas Pariwisata sebagai pemberi izin tidak mengetahui atau berlepas tangan dari kegiatan yang dilakukan di kawasan yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Pariwisata? Apalagi yang beradegan dalam video tersebut menurut teman-teman yang sudah melihat video itu, bernama Olivia Preston, salah satu model majalah Playboy. Sedangkan majalah Playboy merupakan majalah komersil yang masih menjadi kontroversi keberadaannya di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lalu, masalah pemerintahan desa setempat. Pulo Cinta yang terletak di desa Patoameme, tentu di setiap kegiatan atau acara yang dilakukan di situ, pasti membuat laporan kepada pemerintah desa. Apakah dalam hal ini pemerintahan desa Patoameme tidak diberitahukan? Atau hanya sekedar pemberitahuan tanpa melaporkan kegiatan berjenis apa yang dilakukan di sana? Jika demikian adanya, adegan photoshoot yang menampilkan pemandangan bugil berlatar pantai Pulo Cinta adalah ilegal. Dan, jika seandainya kegiatan yang berlangsung dilaporkan secara detail oleh pihak penyelenggara, lalu pemerintah desa serta Dinas Pariwisata memberikan izin terhadap kegiatan tersebut, berarti Dinas Pariwisata dan pemerintah desa Patoameme telah menciderai dan mencoreng nilai adat, adab, agama, dan budaya yang selama ini telah melekat dalam diri Kabupaten Boalemo dalam semboyannya Damai Bertasbih, dan falsafah hidup masyarakat Gorontalo yang tetap berlandaskan kepada nilai adat dan agama.

Adapun Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam hal ini Bupati Boalemo, bapak H. Darwis Moridu dan Wakil Bupati Boalemo, bapak Ir. H. Anas Jusuf, saya rasa belum mendapatkan tembusan dan laporan terhadap permasalahan ini. Karena saya percaya, terlebih kepada bapak Bupati Boalemo yang belum lama ini dianugerahi gelar kehormatan Kanjeng Raden Tumenggung dari Keraton Surakarta karena dianggap memiliki kepedulian lebih dalam melestarikan budaya dan adat istiadat serta kearifan lokal. Sebab, sangat tidak mungkin jika seandainya bapak bupati mengetahui kegiatan yang dilakukan di Pulo Cinta tersebut tapi tetap memberikan izin, padahal sudah sangat jelas, terang-terangan bertolak belakang dengan nilai-nilai adat dan religi yang menaungi Kabupaten Boalemo di bawah kepemimpinan beliau.

Kemudian, bagaimana dengan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boalemo dalam menyikapi ini? Saya masih tetap berbaik sangka, para anggota legislatif yang saat ini duduk di dewan adalah real membawa aspirasi rakyat Boalemo, lebih-lebih dalam masalah yang kadung sudah menyerobot masuk merusak tatanan nilai daerah kita.

Terakhir, saya berharap, semoga kedatangan Olivia Preston sebagai model dari majalah Playboy ke Kabupaten Boalemo Damai Bertasbih bukan sebuah bentuk ‘legalisasi’ porno aksi di Kabupaten Bertasbih. Dan semoga, di Ulang Tahunnya yang ke-20, Boalemo menjadi kabupaten yang terus maju, baik dari kesejahteraan rakyat, dan Boalemo yang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Gafur, Negeri yang damai dan aman sentosa di bawah ridha dan ampunan Allah… (***)

1,957 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments