Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Dermaga Pulau Lahe, Bupati Syarief & TP4D Diminta Periksa ULP

Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Pohuwato, Menjelang akhir masa jabatan Bupati 2 Periode Syarif Mbuinga, ternyata banyak sekali pekerjaan pembangunan yang belum terselesaikan, Mandeknya pekerjaan dermaga yang ada dipulau Lahe dan Wisata Libuo menjadi salah satu contoh akan tidak adanya keseriusan dari dinas teknis dalam mendukung program tersebut.

Kepada Fakta News, salah satu Tokoh Pemuda yang namanya enggan untuk dipublish mengatakan bahwa pekerjaan yang telah dikontrakan atau dipihak ketigakan oleh pihak Pemda Pohuwato ini tidak jelas masa waktu pembangunannya, sehingga dirinya meminta agar pihak Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Syarif Mbuinga agar lebih memperhatikan kinerja dari OPD yang bersentuhan langsung dengan Progam Pembangunan Daerah.

” Tolong di Presure pembangunan dermaga di Pulau Lahe dan Libuo, sampai dengan sekarang tidak jelas kapan mulai dan berakhirnya pekerjaan tersebut soalnya yang ada di papan proyek hanya 120 hari kalender, seharusnya Pak Bupati sudah mulai melakukan pemantauan pekerjaan yang ada disetiap dinas, jangan sampai mereka (Dinas-red) hanya selalu memberikan laporan yang berhujung pada syurga telinga, dan saya dengar informasi kalau proyek itu milik Kepala ULP dengan cara meminjam perusahaan dari Popayato.” Jelasnya

Ditambahkannya lagi, seharusnya pihak Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan Dan Pembangunan Daerah (TP4D) dapat bekerja maksimal, sehingga apa yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi serta Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : KEP-152/A/JA/10/2015 tanggal 01 Oktober 2015, yang selanjutnya dikeluarkan Instruksi Jaksa Agung RI Nomor : INS-001/A/JA/10/2015 tentang Pembentukan Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) Kejaksaan Republik Indonesia dapat terwujud.

” Seharusnya TP4D bekerja sebagai mana yang diamanatkan sesuai mekanisme untuk meningkatkan upaya pencegahan agar tidak terjadinya tindak pidana korupsi di Instansi pemerintahan, saat ini terlalu banyak pekerjaan yang belum sepenuhnya selesai dan bahkan baru akan dikerjakan, sejauh ini yang saya lihat semuanya selalu berlindung pada penambahan waktu dan lain sebagainya.” Ungkapnya.

Kepala Bagian Pengadaan Barang Dan Jasa Kabupaten Pohuwato, Kamri Alwi saat dikonfirmasi Fakta News megatakan bahwa semua memang sudah sesuai mekanisme yang ada, dan isu yang mengatakan bahwa dirinya-lah pemilik dari kedua Proyek Dermaga dengan pagu anggaran Rp. 948.655.000 yang bersumber dari dana DAK Afirmasi Dinas Perhubungan Kabupaten Pohuwato tidak benar adanya.

” Jika dilihat dari mekanisme, di Sistem kami pemenang paket itu adalah CV. Cahaya Mandiri dari Popayato Barat dan telah ditanda tangani pada tanggal 19 Juli 2019, tapi tidak tahu untuk selanjutnya di Dinas bagaimana, dan isu itu tidak benar, saya tidak pernah ada paket, kalau saya sering bermain paket mungkin sudah lama saya kaya, cuma kan biasa itu adalah orang-orang yang sentimen, nanti bisa langsung dikonfirmasi di Dinas.” Tutup Kamri.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pohuwato melalui Kepala Bidang Prasarana Yohanes Tamon mengatakan bahwa terjadinya kendala pekerjaan dikarenakan pemesanan Pipa yang membutuhkan waktu hingga 60 Hari dan cuasa yang tidak mendukung, akan tetapi setelah pihaknya melakukan koordinasi kembali, pihak perusahaan tetap optimis akan mengerjakan pembangunan Dermaga Pulau Lahe dengan 20 Hari Kalender.

” Jadi ada dalam item pekerjaan tersebut yang menggunakan pipa dan tertundanya itu karena sekitar 2 bulan lebih pipanya baru bisa sampai kesini,kalau untuk material tersebut memang sudah ada dilokasi libuo, namun ketika akan dibawah ke Pulau lahe itu ada kendala pada cuaca, dan pekerjaan ini masih ada masa waktu, jika kita hitung dari pertanggal 11 Juli maka pekerjaan ini berakhir pada tanggal 11 November 2019, jadi pada hari sabtu atau minggu material akan ditransfer kesana dalam bentuk sudah di Cor dan tinggal pemasangan, dan sejauh ini perusahaan pemenang yakni CV. Empat Bangsa optimis dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut selama 20 hari. ” Tutup Yohanes.

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua TP4D Kejaksaan Negeri Pohuwato Viktor belum merespon Selulernya. (FN01)

308 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments