Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Jelang Pilkada, Menantikan Pemimpin Yang Tak Dirindukan

Oleh Jhojo Rumampuk

Faktanews.com (Opini) – Adalah sebuah analisis atau adicita yang berdasarkan sudut pandang politik tentang dahsyatnya guncangan di jagat politik yang saat ini sementara merambah sebuah wilayah yang kaya akan SDA dan SDM-nya. Pasalnya, perhelatan Kontestasi Pemilukada seakan merupakan pertaruhan gengsi dari sejumlah tokoh politik yang ingin menggenggam kekuasan tertinggi eksekutif.

Hingga saat ini, masyarakat pun selalu menjadi korban politik atas banyaknya Pemimpin yang menempatkan kepentingan Publik dibawah dari kepentingannya sendiri. Asumsi ini pun lahir dikarenakan banyaknya kebijakan yang tidak sepenuhnya menyentuh akar persoalan Daerah yakni sebuah kemiskinan atau lebih enaknya disebut “Proyek Kemiskinan”.

Sebuah kemiskinan dalam satu Daerah pun hanya merupakan bahagian kecil dari Hak Dasar Warga Negara untuk melanjutkan hidup, hingga masyarakat pun kerap kali menantikan sosok Pemimpin yang mampu melepaskan meraka dari catatan sejarah buruknya perlindungan dan penegakan keadilan, sehingga rakyat akan terlepas dari Krisis perampasan ruang hidup yang terjadi.

Ketika kita flash back sejenak, berbagai aksi nekat yang ditimbulkan oleh masyarakat kemarin tidak lain hanya untuk menuntut sebuah kepastian. Sadar atau tidak kita memerlukan keteladanan pemimpin, oleh karena itu pabrikasi pemimpin adalah kerja rumah sendiri, hingga lahirlah sosok pemimpin yang bisa melindungi rakyatnya dari himpitan persoalan hidup, bukan pemimpin yang suka menggandrungi kekuasaan.

Oleh karena itu, Pemerintahan Daerah harus secara progresif menjalankan agenda pemulihan dengan memproduksi kebijakan dan program pembangunan yang sejalan dengan upaya pemenuhan hak-hak dasar warga. Menjalankan kebijakan pemulihan hak dasar rakyat berarti bekerja untuk rakyat banyak, wujud kesetiaan dan kemanusiaan menuju keselamatan dan kemakmuran.

Kekuasaan bukan alat untuk bersengkongkol dengan pengusaha atau pemodal yang rakus dan serakah demi kepentingan pribadi atau sekelompok dan segolongan manusia. Seperti diketahui, kekuasaan adalah ruang untuk menjalankan hukum tertinggi yaitu keselamatan dan kemanusiaan kemakmuran. Kesetiaan pada rakyat banyak dan tertindas adalah salah satu tangga keberhasilan sebuah pemerintahan dan pemimpin yang adil adalah pemimpin yang menghargai .

255 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments