Fakta News
Ultimate magazine theme for WordPress.

Persoalkan Fasilitas Pasar Tilamuta, Pedagang Keluhkan Persediaan Air

Faktanews.com (Daerah) – kabupaten Boalemo, Persoalan Pasar Tilamuta sepertinya tidak ada habisnya. Pasalnya, hingga saat ini para pedagang pasar masih saja mengeluh terkait fasilitas pasar dan lebih kenyaman dalam berdagang.

Pada pantauan Faktanews, terlihat beberpa pedagang pasar Tilamuta mendatangi kantor Bupati Boalemo untuk mengadukan persoalan pasar tersebut ke Bupati, senin (30/9).

Salah satu pedagang ikan Nunce (sapaan akrabnya) mengeluhkan persoalan fasilitas pasar yang kurang memadai. Dirnya menyoalkan air yang tidak ada, sementara untuk retribusi pasar dirinya selalu menyetorkan kewajiban tersebut.

” Kami ini sering di mintai retribusi pasar, tapi air yang buat mencuci kotoran ikan tidak ada” Ungkap nunce dengan nada kesal.

Nunce menjelaskan bahwa para pedagang lebih banyak membayar retribusi bahkan pungutan liar tapi sampai dengan saat ini persoalan air saja tidak bisa di selesaikan.

” Ini pedagang pak, bisa baku pukul cuman gara-gara air yang tidak ada, ini kita tidak pernah diperhatikan, kita ini sudah bukan lagi di pasar moderen, tapi pasar kekacauan dan kebusukan, ini kita pedagang malah utang menumpuk, pungutan liar makin banyak,” Keluh Nunce.

Para pedagang pasar Tilamuta, saat menemui Kadis Diskoperindag Musafir Bempah.

Nunce juga menambahkan bahwa selama ini para pedagang membayar listrik sendri, padahal sudah pernah di janjikan sudah tidak lagi membayar listrik dan air.

” Ini juga yang ingin saya pertanyakan apakah kita pedagang ini yang bayar semuanya, padahal sebelumnya kita pernah di janjikan sudah tidak lagi membayar apa-apa, ini malah sudah kita yang bayar, trus kita bayar retribusi dan pungutan-pungutan liar itu untuk apa,” Tambah Nunce.

Semantara itu Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Boalemo Musafir Bempah yang menemui para pedagang tersebut menyampaikan bahwa untuk persoalan air sudah di sediakan alkon oleh pihaknya. Kata Musbem, pada anggaran perubahan 2019 hal tersebut sudah diusulkan.

” Untuk persoalan air ini kami sudah usulkan alkon di anggran perubahan nanti, sebelumnya juga Dinas Lingkungan Hidup sudah mengandakan Ipal di pasar itu walau akhirnya tidak berfungsi, dan sampai sekarang juga itu belum di serahkan ke kita,” Jelas Musbem

Menurut Musbem terkait retribusi pasar pihaknya tidak bisa mengunakan seenaknya, Hal tersebut sudah langsung di setorkan ke daerah.

“Jadi soal retribusi itu kita tidak bisa menggunakannya begitu saja, karena itu langsung di setorkan ke daerah” Tutup Musbem. (FN12)

89 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Facebook Comments